Dokter Tirta Mandira.

IDNEWS.CO.ID – Guna menghentikan penyebaran virus corona atau COVID-19, pemerintah Indonesia telah mengimbau warganya untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah. Hal ini memang tidak mudah, mengingat akivitas kita lebih banyak dilakukan di luar rumah.

Selain itu, bosan kerap menjadi alasan lain jika terus-menerus berada di rumah dalam waktu lama. Namun, dokter relawan sekaligus influencer, dr. Tirta Mandira Hudi, mengatakan bosan tidak bisa dijadikan alasan saat ini, jika tidak mau kondisi negara kita seperti Italia. 

“Ini tidak lagi dalam artian bosan. Jangan sampai Indonesia kayak Italia. Karena di Italia itu udah diklarifikasi ya. Dokter dari China yang volunteer di Italia, mereka sampai mengatakan warganya ndableg, susah diatur. Sudah di-lockdown masih nekad ke luar, nongkrong,” ujarnya di program Kabar Petang, tvOne, Selasa, 24 Maret 2020. 

Dokter nyentrik itu kembali menegaskan, Indonesia jangan sampai seperti Italia, yang diklaim memiliki jumlah kematian tertinggi akibat virus corona. Menurutnya, Indonesia masih jauh lebih kuat dibanding Italia. 

“Kita itu sistem kesehatannya ribet banget lho, paling rumit di seluruh dunia. Posyandu, Puskesmas, RSUD, RSUP. Jadi kita harusnya membanggakan itu. Dengan cara apa? Bantulah tenaga medis yang kerja di IGD dengan cara stay di rumah,” tuturnya. 

Tirta berpesan, buat Kamu yang terpaksa harus beraktivitas keluar, begitu sampai di rumah, jangan langsung berbaring. Usahakan untuk mandi atau sekadar membasuh muka, cuci kaki dan tangan. Ia juga meminta kita untuk bersatu melawan corona. 

“Lupakan pilihan politik untuk lawan musuh tak kasat mata, ya corona itu. Itu sebenarnya yang perlu disampaikan ke masyarakat. Kenapa? Karena saya kecewa di media sosial. Misalkan ada tokoh politik A salah, digas. Orang itu saling membantu,” katanya.

“Kalau kita gas-gasan nanti Indonesia kena Thanos, baru panik semuanya. Menurut saya udah setop debat. Jadi satu aja lah buat lawan corona ini bareng-bareng. Sinergi aja bareng-bareng,” tutupnya.

 

LEAVE A REPLY