Ilustrasi Hukum. Foto: GrandMedia

IDNEWS.CO.ID – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi melimpahkan berkas penyelidikan Direktur Tehnologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro, dan Alexander Muskitta, pada jaksa atau klub penuntutan. Kedua-duanya segera diadili atas masalah suap pemasokan barang dan layanan di PT Krakatau Steel.

“Penyelidikan untuk dua orang tersangka dalam masalah suap terkait pemasokan barang dan layanan di PT Krakatau Steel, telah usai,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Febri menuturkan, dengan dilimpahkannya berkas dan barang untuk bukti penyelidikan itu, jaksa memiliki waktu 14 hari untuk membuat surat gugatan pada keduanya. Gagasannya, sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Febri menambahkan setidaknya 43 saksi telah diperiksa untuk menyelesaikan penyelidikan kedua tersangka itu. Mereka yang di kerjakan terbagi dalam sejumlah bagian yaitu General Pimpinan Blast Furnace Complex PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, General Pimpinan Procurement PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan GM Rolling Mill PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Lalu, eksekutif dan pegawai PT Krakatau Steel Persero, asiten President Director PT Grand Kartech Tbk, pegawai PT Grand Kartech Tbk, pegawai PT Tjokro Bersaudara, Direktur PT Fajar Mitra Hutama, karyawan Swasta dan wiraswasta.

Wisnu Kuncoro Alexander Muskitta ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama dengan dua orang yaitu Presdir PT Grand Kartech, Kenneth Sutradja, dan Bos Tjokro Kelompok, Kurniawan Eddy Tjokro. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka masalah proyek pemasokan container dan boiler di pabrik blast furnace PTKS, Cilegon, Banten.

Berkenaan masalah ini terjadi pada 2019, saat Direktorat Tehnologi dan Produksi Krakatau Steel merencanakan kebutuhan barang dan perabotan, masing-masing berharga Rp24 miliar dan Rp2,4 miliar. Alexander Muskitta diduga menawarkan beberapa relasi untuk melaksanakan pekerjaan itu pada Wisnu Kuncoro dan di setujui.

Alexander Muskitta menyetujui prinsip fee dengan relasi yang dipilih, yaitu PT Grand Kartech dan Tjokro Kelompok sejumlah 10 persen dari nilai kontrak. Alexander Muskitta diduga melakukan tindakan jadi wakil Wisnu Koncoro sebagai Direktur Tehnologi dan Produksi Krakatau Steel.

Setelah itu, Alexander Muskitta meminta Rp50 juta pada Kenneth Sutardja dan Rp100 juta pada Kurniawan Eddy Tjokro. Pada 20 Maret 2019, Alexander Muskitta terima cek Rp50 juta dari Kurniawan Eddy Tjokro yang setelah itu disetorkan ke rekening.

Lalu, Alexander Muskitta pula terima uang sejumlah 4 ribu dolar AS atau sama dengan Rp56,64 juta dan Rp45 juta di sebuah kafe kopi di Jakarta Selatan. Uang itu disetorkan ke rekening Alexander Muskitta. (ach)

LEAVE A REPLY