Ilustrasi Facebook

IDNEWS.CO.ID – Sidang kelima tuntutan perwakilan kelompok atau class action pada Facebook di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berjalan Kamis (25/7/2019). Dalam sidang kesempatan ini, Facebook masih alot belum dapat memperlihatkan sahnya kuasa hukum mereka.

Tuntutan class action atas dugaan bocornya 1,09 juta data pengguna di Indonesia itu di ajukan oleh Executive Director dan Chief of Communication Indonesia ICT Institute (IDICT), Heru Sutadi dan Kamilov Sagala dari Instansi Peningkatan Pemberdayaan Penduduk Kabar Indonesia (LPPMII).

Dalam sidang kelima ini, hakim meminta Facebook untuk memperlihatkan niat seharusnya ikuti ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Lantaran hingga sampai sidang terakhir ini, Facebook belum dapat memperlihatkan sahnya kuasa hukum mereka.

Karena itu, hakim menyuruh Facebook Inc yang bertempat di Amerika Serikat sebagai Tergugat I untuk taat pada hukum beracara di persidangan Indonesia. Menyikapi hasil sidang kelima, kuasa hukum penggugat, Jimy Tommy meminta Facebook untuk segera taat pada ketentuan di Indonesia.

“Kami mengharapkan mereka ikuti petunjuk hakim supaya resmi dan mengikat Facebook Inc apa-pun hasil persidangan kelak,” katanya pada Kamis (25/7/2019).

Ia mengatakan, dalam soal kelak Facebook Inc masih alot dan ngeyel dengan alibi menggunakan ketentuan Amerika di persidangan. Facebook akan terdapat resiko.

“Kalaupun mereka tetap ngotot gunakan hukum Amerika, jadi hakim sudah berikan tidak resmi dan tidak bisa duduk dalam persidangan. Tidak bisa duduk sebagai Tergugat. Serta pastinya ini bikin rugi Facebook Inc,” kata Jimy.

Hakim merekomendasikan para faksi untuk jalani bagian pra perantaraan sebelum masuk inti masalah. Hakim menskedulkan pada sidang setelah itu, Kamis 1 Agustus 2019, diagendakan pembacaan tuntutan class action.

Sidang tuntutan class action pada Facebook di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sudah berjalan lima kali dari tahun lalu hingga sampai Kamis 25 Juli 2019. Sidang pertama pada 27 Agustus 2018 dan kedua 27 November 2018.

Akan tetapi Facebook Indonesia dan Cambridge Analytica selalu mangkir dalam sidang class action itu. Pada sidang ketiga, 6 Maret 2019, Facebook Indonesia dan Cambridge Analytica sebagai Tergugat II dan Tergugat III, kembali mangkir. Atas ketidakhadiran para tergugat itu, majelis hakim tunda sidang inti masalah. (ndi)

 

LEAVE A REPLY