Jurrasic World. Foto: Tabloid Bintang

IDNews.co.id – Hari ini ialah awal postingan saya setelah lamanya libur Lebaran, huhu. Selama libur Lebaran sungguh-sungguh saya pakai untuk me time bareng keluaraga. Seperti bertandang ke sanak saudara yang jauh dan sudah lama tidak berkunjung. Jangan bertanya foto ya, karena amat sibuknya, hingga nggak pernah foto bareng keluarga.

Seandainya bukan hanya serasi Lebaran gini, kapan kembali? Di hari umum, saya akan repot dengan masalah kantor dan lainnnya. Maka untuk bertandang ke saudara, saatnya ini yang tidak ada. Bukannya nggak pengin.

Tidak cuman berkunjung dengan saudara, saya kemarin sempat pula merefresh diri dengan pergi ke bioskop. Ngapain? Nonton, sudah jelas. Ada film Jurrasic World : Fallen Kingdom yang sudah saya nantikan. Film itu ialah squel ke 2 dari film pertamanya.

Sebelum akan mengupas seterusnya, saya pengin menyebutkan seandainya kajian saya kesempatan ini contains spoiler inside. Namanya juga kajian, seandainya nggak kasih bocoran, nggak asyik. Hehe. Yang nggak suka spoiler, dapat diskip then ya.

Film Jurrasic World masilah mengangkut tentang bahasan hewan-hewan purba seperti Dinosaurus, T-Rex dan sejenisnya. Hewan dengan ukuran raksaksa itu memang memiliki daya tarik sendiri untuk yang suka film. Berlatar belakang waktu rusaknya Jurrasic Park ; yakni tempat yang digunakan buat perlindungan hasil kloningan Dinosaurus.

Setelah Jussic Park rusak, masih ada satu misi yang wajib dilakukan oleh pemeran utama dalam film itu. Yakni Chris Pratt sebagai Owen dan Bryce Dallas sebagai Claire. Mereka ditugaskan untuk menyelamatkan Dinosaurus yang tersisa di Jurrasic Park dari ancaman ledakan gunung merapi. Dengan cara memindahkan ke tempat yang makin lebih aman, sedapat dapatnya dan sejumlah yang dapat diselamatkan.

Di sinilah letak perseteruan film dimulai, dimana akan terdapat banyak pihak yang berniat memakai moment penyelamatan Dinosaurus buat kebutuhan pribadi. Membuat perubahan jalannya maksud awal penyelamatan, jadi terjadi pertarungan sengit pada pihak penghianat dan pihak yang punya tujuan menyelamatkan semuanya satwa.

Silahkan cari info siapa pihak yang berhianat disini, agar seru nggak usah diberi bocoran. Hehe.

Aksi seru dan menegangkan saya rasakan selama menonton Jurrasic World. Masih seperti biasanya film yang bertema hewan-hewan purba yang lain, banyak terjadi baku hantam antar manusia dan Dinosaurus yang pasti buat pemirsa berdesir ngeri.

Oh ya, film Jurrasic itu ditampilkan dalam I-MAX 3D juga, jika pingin mendapatkan pengalaman yang lebih menegangkan saya anjurkan untuk menontonnya di studio I-MAX.

Dalam film Jurrasic itu bukan hanya mempertontonkan aksi hewan yang turut serta perseteruan dengn manusia. Karena banyak scene yang memamerkan kedekatan pada Dinosaurus dan manusia. Dalam film itu kita akan di ajarkan bagaimanakah cara menjunjung kehidupan lainnya (tidak cuman sesasama manusia) dan bagaimanakah kita mesti dapat hidup berdampingan dengan hewan purba.

Seringkali saya terenyuh dengan sebagian scene yang memamerkan kedekatan pada Owen dan Blue (di antara dinosaurus yang dulunya dilatih oleh owen di Jurrasic Park). Blue ialah di antara Dinosaurus yang memiliki insting dan kecerdasan tinggi. Jadi dapat merasakan perasaan orang yang dekat dengannya.

Kedekatan Owen dan Claire juga ikut serta buat film itu maka penuh romansa. Dengan imbuhan sebagian komedi di dalamnya oleh sebagian tokoh pemeran seperti Justice Smith yang memerankan Franklin Webb, Daniella Pinedda sebagai Zia. Dan terdapat banyak tokoh lainnya diperankan oleh B. D Wong sebagai DR. Henry juga James Cromwell sebagai Benjamin Lockwood.

Pemeran lainnya yang cukup serta dalam film itu ialah karakter dari Isabella Sermon gadis kecil yang disebut cucu dari orang yang sudah bangun Jurrasic Park. Gadis cilik berikut ini yang akan buat ending dari film itu tak terduga. Makna kerennya, sebuah plot twist ending.

Memang film itu cukup mengejutkan diakhir filmnya, walau demikian endingnya juga mengakibatkan spekulasi jika film Jurrasic World : Fallen Kingdom itu (besar kemungkinan) akan memiliki squel (kembali). Untuk yang sudah menonton film itu, juga bakal beranggapan sama juga dengan saya. Isn’t it?

So, film jenis action dan fiksi ilmiah itu kudu kamu saksikan, ratenya 13+ that means aman untuk anak-anak. Hehe. Pas untuk tontonan keluarga, jika kalian sedang mencari rujukan film yang serasi.
Sudah dahulu untuk kajian film kesempatan ini. See you soon on next kajian! (ndi)

LEAVE A REPLY