Proyek pembangunan Jalan Layang (Fly Over) Pancoran yang sempat molor pengerjaannya.

IDNews.co.id – BEREDAR kabar, pengembang proyek pembangunan Jalan Layang (Fly Over) Pancoran mendapat teguran dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Pasalnya, pembangunan tidak selesai tepat waktu alias molor. Terlebih, jalan tersebut akan diujicobakan pada Senin (15/1/2018).

“Sisa pengerjaan akan kami kebut. Kami optimis pada Senin (15/01) nanti, fly over ini sudah bisa diujicobakan ke publik,” ujar Project Manager PT. Nindya Karya Flyover Pancoran, Seno Susanto saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat (12/1) siang. Proyek ini memakan anggaran sebesar Rp 141 miliar.

Menurut Seno, progres pengerjaan Fly Over Pancoran sudah mencapai 95 persen. Secara fisik bangunan, telah dapat digunakan uji coba untuk kendaraan umum. Keterlambatan yang dialami yakn terkait pengerjaan tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) dan parapet. Semula, uji coba open traffic Fly Over Pancoran direncanakan pada akhir Desember 2017.

Panjang jalan mencapai 840 meter dan lebar 9 meter. Semua segmen sepanjang fly over sudah tersambung satu sama lain. Namun, untuk pengerjaan PJU dan pembatas kanan-kiri jalan atau parapet masih mengalami keterlambatan.

“Namun kami terus mengebut pengerjaan. Saat ini sudah 15 PJU yang terpasang dari 18 yang direncanakan. Ada banyak faktor yang membuat keterlambatan misalnya hujan deras dan cuaca mendung yang berkepanjangan,” kata Seno.

Berdasarkan pantauan, terdapat 15 tiang PJU yang sudah terpasang. Total yang dibutuhkan di jalan itu yakni sebanyak 18 PJU. Dalam konstruksi Flyover Pancoran, model lampu yang digunakan adalah berjenis Light Emitting Diode atau sering disebut LED. Kekuatan lampu tersebut sebesar 100 what dengan tiang setinggi 9 meter. Kini, sebanyak 700 meter parapet sudah terpasang. “Tinggal 40 meter lagi,” kata dia.

Seno menyebutkan, pengerjaan parapet selama ini mengalami kendala cuaca. Pengecoran parapet yang berbahan baku semen membutuhkan cahaya matahari yang cukup. “Padahal target pengerjaan parapet itu dilakukan saat pagi dan malam. Tapi kalau saat hujan atau mendung terpaksa hanya mengerjakan sekali saja dalam sehari atau bahkan ditunda,” kata dia.

Ada dua jenis parapet dalam pengerjaan Fly Over Pancoran. Pertama, parapet yang dipasang dengan cara mengecor secara langsung di lokasi. Ada juga parapet berbentuk permanen sehingga tinggal dipasang. Dalam waktu 1×24 jam, operator dapat menggarap parapet sepanjang 120 meter. Hal tersebut berarti dalam kurun 3-4 hari ke depan akan selesai.

Selain itu, pengerjaan fisik flyover Pancoran sebelumnya juga mengalami keterlambatan pada bagian pengerjaan expantion pada setiap sambungan grider. Fungsi expantion ialah meredam ekspansi karena panas yang akan berakibat gerakan pada sambungan.

“Sedangkan untuk pengaspalannya sudah dapat dikatakan selesai 100 persen. Jadi uji coba fly over tinggal menunggu restu wagub. Rencananya beliau akan langsung memantau dalam beberapa hari ini. Apabila wagub menilai sudah layak, maka akan kami uji coba open traffic,” pungkas Seno.

Keberadaan Fly Over Pancoran diharapkan mengurangi kemacetan di Jalan Jendral Gatot Subroto. Jalan itu membentang di atas Jalan Raya Pasar Minggu dan Jalan DR. Soepomo dan menghubungkan akses dari kawasan Cawang menuju Semanggi. (fat)

LEAVE A REPLY