IDNEWS.CO.ID – Forum Nasional (Fornas) Bhineka Tunggal Ika menyikapi dua hari kegiatan aksi unjuk rasa untuk meresponi hasil pemilu dan berakhir dengan kerusuhan.

Terlebih, terdapat korban tewas, penyerangan asrama kepolisian, juga perusakkan fasilitas umum. Hal ini dianggap sebagai peristiwa yang merugikan negara. Demikian ditegaskan Sekretaris Jenderal Fornas Bhinneka Tunggal Ika Taufan Hunneman dalam siaran persnya, Kamis (23/5/2019).

Terkait indikasi bahwa kerusuhan metupakan design yang telah direncanakan, bahkan satu kegiatan yang terorganisir, jelas terbukti dengan adanya pengakuan dari para perusuh yang menerima pembayaran serta arahan.

Melihat fakta – fakta di atas dan perkembangan di lapangan serta adanya pernyataan – pernyataan dari oknum tokoh politik yang ikut memanaskan situasi, maka Fornas Bhinneka Tunggal
Ika menyatakan sikapnya :

  • Meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk menangkap aktor intelektual termasuk penyandang dana
  • Meminta agar kasus ini dituntaskan dan tidak segan siapapun yang terlibat harus dihukum sesuai prinsip hukum dan asas persamaan hukum bagi setiap warga negara
  • Mengapresiasikan TNI – Polri yang tetap solid, mampu mengatasi semua keadaan dan memberikan jaminan keamanan bagi setiap warga negara
  • Meminta para tokoh – tokoh politik, kelompok agama maupun tokoh masyarakat lainnya untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan diatas kepentingan apapun
  • Menyerahkan sepenuhnya penyelesaian sengketa pilpres kepada Mahkamah Konstitusi
  • Forum Nasional Bhinneka Tunggal ika mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga kedamaian dan mengakhiri perbedaan selama pemilu serta mulai menyongsong masa depan indonesia yang lebih baik. (man)

LEAVE A REPLY