Ilustrasi

IDNEWS.CO.ID – Kepolisian Rajkot India, menahan 10 mahasiswa akibat bermain PUBG dari ponsel mereka, saat berada di tempat umum. Penahanan ini mengikuti aturan larangan bermain game oleh administrasi daerah Surat di Gujarat.

Penahan 10 mahasiswa ini merupakan yang pertama di Gujarat, setelah diberlakukan larangan tersebut.

“Semua siswa ditahan, karena melanggar pemberitahuan yang diberitahukan oleh komisioner polisi. Mereka telah dibebaskan dengan jaminan,” kata petugas polisi dilansir laman Gadget Now, Jumat (15/3/2019).

Atas penahanan itu, pihak Kepolisian juga ingin membuktikan bahwa pelarangan bermain PUBG bukan sebatas di kertas saja.

Para pelajar itu diringkus di tempat umum. Enam di antaranya, ditahan di dekat Atmiya College di Kalavad Road, tiga orang dari Raiya.

Sementara itu, satu orang ditangkap di Galaxy Cinema, serta satu orang lainnya di dekat Neptune Tower.

Larangan tersebut mengacu pada pertimbangan bahwa PUBG menyebabkan dampak negatif pada kesehatan dan otak anak-anak. Selain itu, pihak pemerintah juga melihat game tersebut mendorong anak-anak menjadi kasar.

Mereka juga mengklaim, pola adiktif yang ditunjukkan saat bermain game adalah alasan para siswa tidak bisa mengerjakan ujian. Aturan ini telah dikirimkan ke kantor pendidikan utama di distrik, untuk memastikan larangan dilakukan dengan baik.

“NCPCR (National Commision for Protection of Child Rights) telah mengirimkan surat kepada seluruh daerah dan merekomendasikan larangan pada game. Seluruh daerah wajib mengimplementasikannya. Lihat efek negatif dari game, kami telah mengirimkan surat kepada pemerintah daerah, agar merekomendasikan larangan pada game,” kata Ketua Hak Anak NCPCR, Jagruti Pandya. (ach)

LEAVE A REPLY