Ilustrasi suntikan

IDNEWS.CO.ID – Obsesi untuk berhubungan seks dalam waktu lama membuat seorang pria asal Inggris dirawat di rumah sakit dengan penis ereksi selama dua minggu. Kejadian ini menimpa seorang penyanyi jazz, Danny Polaris yang menyuntikkan obat ereksi tanpa resep dokter ke penisnya sebelum berhubungan seks.

Akibat kondisinya itu, penis Polaris terancam diamputasi. Awalnya ia masih tidak percaya dan bertanya-tanya apa yang salah dari tindakannya. Tapi akhirnya, dia sadar bahwa itu adalah keputusan terburuk dalam hidupnya. Dia terbangun di ranjang rumah sakit dan menangis, takut penisnya akan mengalami kerusakan permanen.

Dilansir laman Mirror, petugas medis telah mencoba mendorong masuk paku plastik sepanjang sekitar 17 centimeter ke dalam uretranya tanpa obat bius dan menusukkan jarum ke penisnya untuk mengambil darah, tetapi metode yang mengerikan itu tidak membantu.

Polaris awalnya menunda mencari bantuan medis. Ia malah pergi ke Berlin Pride dengan pendingin wine yang dililitkan ke penisnya yang ereksi pada hari berikutnya.

“Saya bertemu dengan seorang perawat, dan saya ajak dia ke rumah. Dia akhirnya menyuntikkan penambah ereksi ke penis saya. Saya pikir ‘kenapa tidak, apa yang mungkin salah? Itu adalah salah satu keputusan terburuk dalam hidup saya,” katanya mengenang kejadian itu.

Dia mungkin tidak akan pernah mengalami ereksi alami lagi dan dia khawatir dia tidak akan pernah bisa berhubungan seks lagi. Kini, ia mengalami komplikasi serius termasuk pembekuan darah yang berpotensi mengancam jiwa dan rasa sakit sangat menyiksa hingga ia pingsan.

Pada satu momen, ia menghubungi orang tuanya di Inggris dan mengatakan kepada mereka untuk menyiapkan paspor kalau-kalau ia sekarat dan mereka harus terbang ke Berlin untuk mengucapkan selamat tinggal.

Polaris, seorang seniman pertunjukan yang punya hubungan terbuka, bertemu seorang perawat di sebuah klub dan mengatakan dia sudah meminum viagra ketika obat ereksi tanpa resep itu disuntikkan ke penisnya.

Polaris mengatakan, perawat itu sangat bersemangat menyuntikkan obat itu dan dia membiarkannya melakukannya karena dia menganggap perawat itu tahu apa yang dilakukannya. Tapi, kata Polaris kepada GCN, ketika obat yang berjenis alprostadil yang membuat pembuluh darah melebar disuntikkan, terjadi reaksi seketika antara obat dan Viagra yang diminumnya.

LEAVE A REPLY