Presiden terpilih Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa. Foto: Republika

IDNEWS.CO.ID -Gotabaya Rajapaksa memenangi penentuan umum Presiden Sri Lanka yang ketat, setelah musuh utamanya yaitu Sajith Premadasa dari Partai Nasional Persatuan mengaku kekalahannya.

Rajapaksa, mantan menteri pertahanan yang pun saudara kandung mantan Presiden Mahinda Rajapaksa, selama ini berkampanye dengan mengangkut janji kepemimpinan yang kuat terkait keamanan nasional, mengejar pemboman pada April lalu yang tewaskan minimal 269 orang.

“Dalam akhir kampanye pemilu ini, yaitu hak spesial untuk gue untuk menghargai ketetapan rakyat, dan memberikan selamat terhadap Bapak Gotabaya Rajapaksa atas dipilihnya sebagai Presiden ke-7 Sri Lanka,” kata Premadasa dalam sebuah pengakuan, dilansir Al Jazeera, Minggu 17 November 2019.

Hasil sah pemilu akan diluncurkan pada waktu 16.00 waktu ditempat di hari ini. Tapi proyeksi media lokal memposisikan Rajapaksa telah pimpin dari keseluruhan enam juta suara pemilih di semuanya Sri Lanka.

Dalam sebuah pengakuan yang diupload di Twitter, Rajapaksa mengatakan walau hasil sah belum keluar, tapi faksinya telah seberangi garis kemenangan.

“Sebab kita mengantar sebuah perjalanan baru untuk Sri Lanka, kita harus ingat jika semua masyarakat Sri Lanka yaitu sisi dari perjalanan ini. Silahkan kita bersukacita secara damai, bermartabat dan disiplin dan dengan cara yang sama saat kita berkampanye,” kata Rajapaksa.

“Kami hampir mendapatkan 600.000 suara di muka dan kami sangat percaya jika kami akan pimpin berubah menjadi satu juta suara. Keamanan nasional yaitu perhatian utama. Ini yaitu keamanan dari 21 juta orang, dan pun kebangkitan ekonomi,” kata Keheliya Rambuka, juru bicara partai Sri Lanka Podudiana Peramuna.

Lebih dari 15,9 juta masyarakat Sri Lanka penuhi syarat untuk menentukan dalam pilpres, dengan keterlibatan pemilih diperkirakan mencapai 80 persen. (ria)

LEAVE A REPLY