Jalur sepeda di trotoar kawasan Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta. Foto: Antara

IDNEWS.CO.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya melakukan sejumlah persiapan untuk dimulainya penindakan pada penerobos jalur-jalur sepeda di Jakarta. Penindakan secara sah akan berlaku mulai Senin  (25/11/2019).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, mengatakan persiapan akan dilakukan secara represif.

“Dalam hari Senin tanggal 25 November 2019, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melakukan tindakan represif yustisial berbentuk penilangan,” papar Yusri di Jakarta, Minggu, 24 November 2019.

Yusri menyampaikan, persiapan berbentuk tindakan represif non-yustisi, yakni berbentuk peneguran, dan diarahkannya pengguna kendaraan bermotor untuk tidak menerobos jalan sepeda.

Tidak hanya itu, uji coba tiga babak jalan sepeda yang digelar Pemprov DKI dapat dukungan Polda Metro Jaya, sekalian merupakan publikasi atas program Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyod Baswedan.

“Tindakan represif non-yustisi ini sudah dimulai, dan selesai dalam hari Minggu ini tanggal 24 November 2019,” papar Yusri.

Yusri mengemukakan, mulai Senin besok, penegakan hukum dilakukan berpedoman peraturan dan sangsi pada UU Nomor 22 Tahun 2009 Mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Masalah yang diacu yaitu 285 tentang hak pejalan kaki, masalah 287 tentang pelanggaran marka atau rambu jalan.

“Pelanggaran masuk jalan sepeda dikenakan tilang,” papar Yusri.

Jadi informasi, pengguna mobil atau sepeda motor yang menggunakan jalan sepeda dapat dikenai denda maksimal Rp500 ribu, atau kurungan maksimal dua bulan.

Ada pula sangsi penderekan buat mobil atau sepeda motor yang parkir di jalan sepeda. Retribusi, dikenakan Rp250 ribu /hari yang berlaku akumulatif buat sepeda motor, dan Rp500 ribu /hari yang berlaku akumulatif buat mobil. (fat)

LEAVE A REPLY