Jalan-jalan yang ditutup di kawasan pedalaman Amerika.

IDNEWS.CO.ID – Lima ratus hektare pertanian milik Blake Hurst di Westboro, Missouri, Amerika Serikat terendam air.

Banjir bermula bulan Maret tahun ini, saat rangkaian hujan lebat dan salju cair melanda Missouri. Sejak itu, banjir tak terhindar karena Mei adalah bulan paling banyak hujan di Amerika.

Selain hujan, badai juga mendatangkan tornado – sebanyak 500 kali di bulan Mei saja, menurut laporan dari National Weather Service (NWS).

Sementara itu terjadi, sungai dan danau terus terisi air hingga memecahkan rekor dengan melampaui tanggul-tanggul, menutupi jalan raya, jembatan dan kota. Sejauh ini sudah tercatat 35 korban jiwa terkait banjir di kawasan ini menurut data

Pada tanggal 10 Juni, sebanyak 200 alat pengukur banjir di sepanjang Sungai Mississippi, Missouri dan Arkansas masih melaporkan terjadinya banjir, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

“Dekade ini mengalami banjir yang lebih besar daripada yang pernah kami alami di dekade sebelumnya. Ini melampaui itu semua dan menjadi sesuatu yang historis.”

Ahli lingkungan Profesor Samuel Munoz dari Northeastern University mengatakan banjir tahun 2019 ini akan tercatat di buku sejarah.

Menurutnya, “tidak biasa” kawasan pedalaman Amerika dan Midwest mengalami badai besar dan cuaca buruk pada saat musim semi seperti ini”.

Sebagiannya bisa jadi karena El Nino – yang membuat permukaan laut Pasifik menjadi hangat.

“El Nino cenderung memperkuat curah hujan dan cuaca buruk di daerah yang terlanda banjir,” kata Profesor Munoz.

“Tapi perubahan iklim yang disebabkan manusia telah memperkuat variasi ini, menyebabkan lebih banyak terjadinya hujan di bulan yang sudah basah ini,” tambah Munoz.

Keith Hillman, direktur tim manajemen darurat di Vilonia, Arkansas, mengatakan curah hujan di kotanya mencapai 1,4 meter sejak bulan Januari.

“Ini jauh di atas curah hujan normal tahun ini dan kalau hujan sebesar ini, pasti akan terjadi banjir,” katanya.

Ketika saya temui, Hillman dan timnya sedang bersiap menghadapi banjir di Danau Conway. Salah seorang petugas mengatakan tingkat air di danau naik 30 sentimeter per jam.

“Sulit mengendalikan alam,” kata Hillman.

Namun cara pengelolaan sungai-sungai besar ini menjadi faktor penyumbang bagi banjir bersejarah ini. (ndi)

LEAVE A REPLY