Ilustrasi virus corona/COVID-19/laboratorium.

IDNEWS.CO.ID – Para ilmuwan di India telah berhasil mengamati virus corona jenis Sars-CoV-2, yang dikenal sebagai virus corona baru atau COVID-19, di bawah mikroskop berdaya tinggi.

Gambar mikroskop ini diambil dari sampel swab test atau usap tenggorokan pasien virus corona pertama yang diteliti oleh laboratorium di India. Kasus virus corona yang dikonfirmasi oleh laboratorium ini dilaporkan pada 30 Januari 2020, di Kerala, India.

Dilansir India Today, Senin 30 Maret 2020, temuan-temuan dari analisis mikroskop usap tenggorokan ini telah dipublikasikan dalam edisi terbaru Indian Journal of Medical Research (IJMR).

Sekelompok ilmuwan dari Dewan Penelitian Medis India (ICMR) menjelaskan pengamatan mereka terhadap virus tersebut di bawah mikroskop khusus.

Hingga saat ini, morfologi terperinci (studi tentang bentuk-bentuk benda) dan ultrastruktur (struktur halus, terutama dalam sel yang dapat dilihat hanya dengan perbesaran tinggi yang dapat diperoleh dengan mikroskop elektron), virus ini masih belum sepenuhnya dipahami.

Para ilmuwan menggunakan transmisi electron microscopy (TEM) untuk menggambarkan Sars-CoV-2 dari swab test, pasien pertama yang dikonfirmasi laboratorium India. Sebanyak tujuh partikel virus bernoda negatif dan memiliki fitur yang mirip dengan virus corona, dicitrakan dari sampel.

Gambar yang diambil oleh para ilmuwan menunjukkan bentuk bulat dari virus serta proyeksi atau batang menonjol keluar dari partikel virus corona.

Ini adalah laporan pertama dari India yang mendeteksi virus Sars-CoV-2, menggunakan transmisi electron microscope (TEM) langsung dari usap tenggorokan pasien positif COVID-19 yang dikonfirmasi oleh polymerase chain reaction (PCR).

Reaksi rantai polimerase adalah metode yang banyak digunakan dalam biologi molekuler untuk secara cepat menghasilkan jutaan hingga miliaran salinan sampel DNA spesifik yang memungkinkan para ilmuwan mengambil sampel DNA yang sangat kecil dan menguatkannya ke jumlah yang cukup besar untuk dipelajari secara terperinci.

LEAVE A REPLY