Tanaman bawang Putih Foto: Infobanknews

IDNEWS.CO.ID – Dibukanya keran impor untuk importir swasta dinilai sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bawang putih nasional saat ini. Oleh karena itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) dinilai sudah tidak perlu ikut mengimpor.

“Bulog itu tidak punya experience untuk mengimpor bawang putih, khawatirnya akan dia (Bulog, red) sub kontrakkan ke importir-importir itu juga. Itu yang saya khawatirkan,” kata Ketua Bidang Pemberdaya Fortani, Pieter Tangka, Kamis (2/5/2019).

Ekonom pertanian dari Universitas Indonesia, Sulastri Surono menilai, keinginan Bulog untuk bisa memperoleh izin impor komoditas ini justru menunjukkan kentalnya nuansa politis yang hendak diusung oleh perum tersebut. Sebab, selama ini Bulog tidak pernah akrab dalam hal mengimpor bawang putih.

“Saya kira ada unsur politisnya di situ. Seharusnya dengan sikap Pak Buwas (Budi Waseso, Dirut Perum Bulog, red), nggak perlu itu ngotot impor. Masalahnya, kalau impor bisa nanam nggak?,” ujar Sulastri.

Ia meyakini, jikapun izin diberikan, Bulog tidak memiliki cukup dana dan kapasitas untuk bisa melakukan impor. Otomatis akan ada pihak lain yang akan ‘menggantikan’ Bulog melakukan tugas yang didapatnya.

“Yang jadi masalah itu kan waktu dia dikasih izin impor, si Bulog kan nggak punya duit. Dia bermain dari sisi trah kan. Trahnya itu siapa?,” tukasnya.

Pengamat dari Indef, Rusli Abdullah mengemukakan, ke depannya pemerintah mesti menyusun data riil kebutuhan bawang putih dalam negeri. Data tersebut menurutnya dapat membantu pemerintah memetakan di bulan apa saja kebutuhan bawang putih meningkat. Dengan begitu bisa diperhitungkan apakah impor diperlukan atau tidak.

“Kalau beras kan produksi paling tinggi bulan Maret-April-Mei. Panen bulan Oktober-November Desember. Berarti pemerintah di sini harus jaga-jaga akhir tahun. Apakah impor atau tidak, dilihat dari kapasitas produksinya,” beber Rusli.

Adapun, yang penting dilakukan adalah mengoptimalkan dan memastikan bahwa barang yang datang bisa terdistribusikan secara merata ke daerah-daerah yang membutuhkan. Jangan sampai ketika barangnya sudah datang, ditimbun di gudang.

“Pemerintah klaim punya bawang putih di gudang. Tapi kenapa tidak segera di distribusikan?,” tegasnya. (ndi)

 

LEAVE A REPLY