Pemeriksaan saksi mata kasus tabrak lari yang diduga terkait kasus penusukan anggota TNI.

IDNews.co.id – Polres Metro Jakarta Pusat  bersama Pomdam Jaya masih menyelidiki dan mengejar pengendara mobil Daihatsu Ayla yang dengan berdarah dingin melindas berkali-kali dua warga Kamayoran Jakarta Pusat hingga tewas, Abdul Qosim, 32, dan Adrian Dwi Nanda, 18. Keduanya dilindas pelaku yang diduga oknum TNI pada Minggu (18/7) dini hari, sekitar pukul 03.30 di Jalan Haji Benyamin Sueb, di dekat Tugu Patung  Ondel-ondel Kemayoran Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto menduga, kasus ”pembunuhan” dua warga Kemayoran dengan cara dilindas mobil ini diduga kuat erat kaitannya dengan kejadian beberapa jam sebelumnya yang mana seorang anggota TNI bernama Prada Ananda Puji Santoso, 22, terluka parah terkena dua tusukan celurit oleh rombongan sahur on the road yang dilakukan anak-anak muda masih di kawasan yang sama, persimpangan Tugu Patung Ondel-ondel Kemayoran, Jalan Haji Benyamin Sueb Jakarta Pusat. ”Kami selidiki pelakunya, sudah beberapa saksi mata kami mintakan keterangan,” ujar Suyudi di Mapolres Jakarta Pusat, Minggu (18/7).

Menurutnya pelaku tergolong sadis dalam menghabisi nyawa korbannya, sebab kedua korban yang sedang duduk-duduk santai di lokasi kejadian langsung diseruduk oleh pelaku yang mengendarai mobil Daihatsu Alya warna putih yang meluncur cepat dengan cara melawan arus.

Hantaman mobil tersebut membuat kedua korban langsung terkapar dengan luka-luka yang parah. Terkesan belum puas, mobil yang sudah menabrak kedua korban lalu berbalik arah lalu meluncur cepat kembali menghantam kedua korban yang masih terkapar di tepi jalan. Selanjutnya mobil tersebut tancap gas kabur ke arah Ancol Jakarta Utara meninggalkan kedua korban yang sudah terdiam kaku dengan luka teramat parah.

Dituturkan Suyudi pula, awalnya pada Sabtu (17/7) malam, sekitar pukul 23.47 WIB, korban penusukan yang bernama Prada Ananda Puji Santoso,22, sedang duduk-duduk bersama beberapa rekannya yang bernama Ferri, M Zaenudin Nagara, 27, di kawasan Jalan Benyamin Sueb Kemayoran Jakarta Pusat, persisnya di belakang Tugu Patung Ondel-ondel Kemayoran.

Tengah asyik minum kopi dan ngobrol, mendadak lewat rombongan pemuda yang hendak melakukan kegiatan Sahur On The Road (SOTR). Saat melintas itulah, rombongan SOTR meneriaki Prada Ananda dengan kata-kata kasar.

Korban yang mendengar teriakan itu langsung menghampiri rombongan SOTR tersebut untuk menanyakan maksud teriakan kasar tersebut. Namun bukan jawaban yang diterima Prada Ananda.

Dua pemuda di antara rombongan SOTR itu langsung mengeluarkan celurit dan dihunuskan ke arah Prada Ananda. Melihat  celurit terhunus, Prada Ananda langsung memilih kabur menyelamatkan diri. Namun kedua pelaku langsung mengejar dan menyabetkan celurit ke arah pinggang korban dari arah belakang. Akibatnya Prada Ananda mengalami dua luka tusukan serius pada pinggang kiri bagian belakang.

Begitu mendapat sabetan celurit dan tertusuk pada pinggang kiri, korban langsung terjatuh berlumuran darah, sedangkan kedua pelaku langsung kabur. Kebetulan di saat yang sama, Kanit Intel Polsek Kemayoran AKP Ninggar Gultom yang sedang melintas langsung menolong korban dibantu rekan-rekan korban, diantaranya M Zaenudin Nagara.

Setelah mengantarkan korban ke RS Hermina Kemayoran, rekan korban kembali ke lokasi kejadian. Saat itu di lokasi kejadian sudah berkumpul aparat Babinsa kemayoran dan Garnisun Ibukota. Sedangkan korban setelah selesai mendapat perawatan di rumah sakit itu, diketahui diantar ke Polsek Kemayoran oleh AKP Ninggar Gultom untuk membuat laporan terkait penganiayaan tersebut.

Selanjutnya rekan-rekan korban yang jumlah sekitar 11 orang anggota TNI bergerak menuju ke Mapolsek Kemayoran untuk mengecek kondisi korban. Namun di saat yang sama beredar isu kalau kalau mereka dianggap mau menyerang Markas Polsek Kemayoran.

Bahkan beredar isu pula, korban penganiayan dari rombongan SOTR itu adalah tiga anggota TNI, yakni Prada Ananda dan dua rekan yang lain yang diisukan mengalami luka robek di dengkul kaki kanan, dan jatuh dari motor karena diduga disabet menggunakan bambu. ”Padahal sangat jelas saat kejadian hanya ada satu korban yang terluka akibat sabetan celurit pelaku, yakni Prada Ananda Puji Santoso, dan para pelakunya masih kami kejar,” terang Suyudi.

Selanjutnya, empat jam kemudian atau sekitar pukul 03.30 yang sudah masuk ke hari Minggu (18/7), menurut keterangan saksi-saksi mata di lokasi kejadian, datang sekitar 15 orang orang menggendarai motor lalu menghampiri warga yang sedang duduk-duduk di depan Tugu Patung Ondel-ondel di Jalan Haji Benyamin Sueb Kemayoran Jakarta Pusat, atau tak jauh dari lokasi penusukan terhadap Prada Ananda.

Namun tak sepatah kata yang dikeluarkan rombongan berambut cepak itu. Selanjutnya mereka bergerak menuju Jalan Haji Jiung Kemayoran Jakarta Pusat. Selang beberapa menit kemudian, sekelompok pemuda yang diduga rombongan yang sama menyerang para pemuda yang sedang nongkrong di ujung Gang Laler Kemayoran Jakarta Pusat, masih tak jauh dari Tugu Patung Ondel-ondel Kemayoran.

Di saat yang sama, mobil Daihatsu Ayla warna putih berkecepatan tinggi melintas  dengan cara melawan arus lalu memutar-mutar di area Tugu Patung Ondel-ondel. Selanjutnya, mobil yang sama menhantam kerumunan orang yang sedang duduk-duduk di depan tugu ondel-ondel itu. Beberapa orang berhasil menyelamatkan diri, namun naas bagi Abdul Qosim, 32, dan Adrian Dwi Nanda, 18, yang tak sempat menyelamatkan diri dari terjangan mobil tersebut.

Keduanya terseruduk mobil itu sehingga langsung terkapar dengan kondisi terluka parah. Namun masih merasa belum puas juga, mobil tersebut rupanya memutar arah berbalik dan meluncur dalam kecepatan tinggi kembali menghamtam kedua korban.

Bukan hanya itu, pengemudi mobil tersebut turun dan melepaskan tembakan ke udara beberapa kali. Hal ini membuat warga kocar-kacir menyelamatkan diri. Selanjutnya mobil maut tersebut  melarikan diri ke arah Ancol Jakarta Utara.

Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan kalau korban tewas adalah Andrian Dwi Nanda, 18, warga Jalan Karang Anyar Utara No.31 RT 010 / RW  010 Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat, serta Abdul Qosim, 32, warga Jalan Kemayoran Gempol RT 03 / RW 04 Keluarahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. Kedua korban akhirnya dievakuasi ke RS Mitra Kemayoran Jakarta Pusat.

”Untuk korban Andrian tewas dengan kondisi kepala pecah akibat terlindas ban mobil, sedangkan korban Abdul Qosim meski sempat dirawat beberapa jam akhirnya meninggal dunia, lukanya parah pada kepala dan luka robek pada sekujur tubuh. Saat ini pelakunya masih dalam pengejaran,” terang dia.

Menurut dia, beberapa saksi mata yang warga sekitar mengatakan kalau pelaku penyeruduk warga sempat teriak-teriak mengatakan kalau dirinya anggota TNI. ”Pelaku teriak-teriak tidak terima temannya ditusuk. Saksi di TKP melihat semua pelakunya cepak-cepak dan mengaku anggota TNI, tapi itu baru pengakuan warga,” pungkas Suyudi.

Di sisi lain, seorang saksi mata, yakni seorang ibu pemilik warung di dekat lokasi kejadian bernama Ida, 55, mengatakan dirinya masih merasa ngeri mengenang kejadian sadis tersebut. ”Mereka banyak, saya  dan warga lainnya ketakutan. Mereka sebelumnya mutar-mutar di (depan) Gang Laler ini. Kami gak ada yang berani keluar rumah. Ada yang bawa senjata api, mereka teriak-teriak sambil mukul-mukul tiang dan warung-warung. Kita warga gak ada yang berani keluar rumah apalagi mau melawan,” ungkap Ida.

Ia melanjutkan, dari  arah Gang Laler rombongan pria berambut cepat dengan badan tegap itu bergerak ke arah Tugu Ondel-ondel di Jalan Haji Benyamin Sueb Kemayoran, tak lama terjadilah penyerudukan maut oleh mobil putih jenis Ayla itu.

Hal senada disampaikan Gofur yang memastikan kalau rombongan pria itu berambut cepak dengan potongan tubuh tegap. Ia juga mengatakan beebrapa warga ada yang dikeroyok rombongan pelaku itu.

”Kayak potongan tentara-lah, pelakunya sempat keluar dari mobil putih itu lalu pukul warga dan lepaskan tembakan, sebelumnya ada teriakan kesakitan kayak orang ditabrak mobil,” tandasnya. (gus)

LEAVE A REPLY