Alat tes Corona.

IDNEWS.CO.ID –  Inggris mengajak negara-negara di seluruh dunia untuk bersatu padu memerangi pandemi penyakit menular seperti virus corona (Covid-19). Salah satu caranya adalah kompak menggalang dana untuk menyediakan vaksin kepada jutaan penduduk di negara-negara miskin dan melindungi dunia dari kemungkinan pandemi lainnya.

Pesan itu disampaikan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, secara virtual membuka Global Vaccine Summit (KTT Gavi) dari London, Kamis 4 Juni 2020. “Saya harap KTT ini dapat menjadi titik di mana seluruh dunia bersatu dalam pertarungan melawan penyakit ini,” kata Johnson seperti yang disiarkan oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta hari ini.

KTT Gavi dihadiri oleh perwakilan lebih dari 50 negara, termasuk 35 kepala negara atau pemerintahan serta para pimpinan organisasi sektor privat dan kelompok masyarakat sipil. Acara ini diharapkan dapat menggalang dana sebesar $7.4 miliar (Rp 105 triliun) untuk Gavi agar dapat mengimunisasi 300 juta anak sebelum tahun 2025.

Penggalangan dana ini sangat diperlukan untuk melindungi anak-anak dari penyakit mematikan seperti polio, difteri, dan campak, serta memastikan pemulihan global dari virus corona.

“Inggris adalah donor tunggal terbesar dalam upaya internasional menemukan vaksin virus corona. Kami juga tetap akan menjadi donor terbesar di dunia kepada Gavi dengan kontribusi sebesar £1.65 miliar (Rp 29,3 triliun) selama lima tahun ke depan,” ujar Johnson.

“Saya mengajak semua untuk bergabung dengan kami dalam memperkuat kerja sama ini dan membuka sebuah era baru untuk kerja sama dalam bidang kesehatan, yang saya percaya merupakan ujian terpenting bagi kita semua saat ini,” lanjut Johnson, dalam KTT yang juga diikuti Bill Gates (Ketua Bill & Melinda Gatest Foundation) dan Dr. Ngozi Okonjo-Iweala (Ketua dari Dewan Gavi).

Pesan Indonesia

Indonesia pun ikut serta dalam KTT Gavi secara virtual itu, yang diwakili oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Sembari memberi apresiasi atas penyelenggaraan KTT ini, Terawan juga mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pionir global dalam keikutsertaannya dalam Uji Coba Solidaritas untuk mempelajari pengobatan dan vaksin Covid-19 yang diselenggarakan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia).

Terkait hal itu, Terawan juga mengungkapkan kepentingan Indonesia, yaitu memastikan ketersediaan vaksin Covid-19 yang terjangkau – bila sudah ditemukan nanti – bagi semua negara sebagai barang kebutuhan publik demi menegakkan kemanusiaan. “Indonesia siap berkontribusi dalam kelancaran produksi vaksin anti-viral Covid-19 bagi kebutuhan global,” kata Terawan dalam pernyataan yang disiapkan untuk KTT Gavi.

Corona Ganggu Imunisasi Rutin

Perhatian dunia saat ini terfokus kepada virus corona. Namun demikian, WHO, UNICEF, dan Gavi telah memperingatkan bahwa pandemi ini telah mengganggu proses vaksin rutin yang berdampak terhadap sekitar 80 juta anak-anak dibawah umur 1 tahun di 68 negara.

“Perhatian dunia saat ini terfokus kepada penanganan virus corona. Tapi kita tidak bisa membiarkan pandemi ini mengganggu imunisasi rutin di negara-negara miskin yang nantinya dapat menyebabkan penyebaran penyakit mematikan lainnya,” kata Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Anne-Marie Trevelyan.

“Selama dua dekade terakhir, kita telah melihat perkembangan menakjubkan dalam memperluas cakupan pemberian imunisasi di negara-negara paling miskin di dunia: jumlah anak-anak yang terlindungi dari penyakit saat ini adalah yang terbanyak sepanjang sejarah,” ungkap CEO Gavi, the Vaccine Alliance, Dr Seth Berkley. (ndi)

LEAVE A REPLY