Ilmuwan AS Akui Gerakan Sholat Banyak Manfaatnya
Ilustrasi salat

IDNEWS.CO.ID – Salah satu hal yang paling dikenal dalam ajaran Islam adalah taubat. Secara bahasa, taubat artinya kembali. Sementara secara istilah, taubat berarti kembali kepada syariat Allah SWT dan berharap Allah SWT mengampuni,

Kembali kepada Allah SWT bisa dilakukan dengan mengakui semua kesalahan dan menyesali maksiat yang kita lakukan dengan sedalam-dalamnya penyesalan, diikuti dengan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah dilakukannya.

Bertaubat adalah salah satu perbuatan yang dicintai oleh Allah SWT, sebagaimana Ia sampaikan dalam firmanNya:

فَاِنۡ یَّتُوۡبُوۡا یَکُ خَیۡرًا لَّہُمۡ ۚ وَ اِنۡ یَّتَوَلَّوۡا یُعَذِّبۡہُمُ اللّٰہُ عَذَابًا اَلِیۡمًا ۙ فِی الدُّنۡیَا وَ الۡاٰخِرَۃِ ۚ وَ مَا لَہُمۡ فِی الۡاَرۡضِ مِنۡ وَّلِیٍّ وَّ لَا نَصِیۡرٍ

Artinya :

“Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan memberi azab kepada mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) ada penolong di bumi.” (QS. At Taubah ayat 74).

Bertaubat juga diingatkan oleh Rasulullah SAW, dan Allah maha luas tangannya untuk selalu menerima taubat hambaNya seperti dalam hadist berikut:

إِنَّ اللهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ النَّهَارِ ، وَبِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ اللَّيْلِ

Artinya :

“Sungguh, Allah meluaskan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat dari hamba yang bermaksiat di siang hari. Dan Allah meluaskan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat dari hamba yang bermaksiat di malam hari.” (HR. Muslim).

Sholat Taubat 

Bertaubat bisa dilakukan dengan menunaikan sholat taubat.  Sholat Taubat dilakukan untuk memohon ampunan kepada Allah atas dosa-dosa besar atau pun dosa-dosa kecil yang telah dilakukan. Sholat Taubat merupakan jenis sholat sunnah nafilah. Artinya, tidak disyariatkan untuk melakukan sholat ini secara berjamaah.

Sholat taubat ini dilakukan sebagai bukti penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Taubat yang paling baik adalah taubat nasuha. Taubat nasuha adalah taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan semurni-murninya dan tidak akan mengulangi perbuatan dosa lagi.

Dari Abu Bakar Ash-Shidiq, Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan sempurna, lalu berdiri untuk melakukan salat dua rakaat, kemudian memohon ampunan kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.”

Kemudian beliau membaca ayat ini, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (HR. Tirmidzi)

Doa setelah selesai sholat Taubat

Selesai sholat baiknya jangan langsung berdiri dan berlalu. Sangat dianjur berzikir agar Allah SWT bersedia mengampuni dan menerima taubat nasuha kita. Adapun dzikir yang dianjurkan adalah dengan membaca tiga hal berikut:

1. Membaca Istighfar

Lafaznya adalah sebagai berikut:  Astaghfirullahal Ladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuumu Wa Atuubu Ilaihi

Artinya: “Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”

Lafaz istighfar yang  lain:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ تَوَّابُ رَحِيْمٌ

“Rabbigfirlii Watub’alayya Innaka Anta Tawwabur Rahiim”

Artinya: “Ya Allah ampuni aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha penerima taubat dan maha penyayang.”

Atau bisa juga membaca doa Nabi Adam:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa-in lam taghfir lanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriina.”

Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

2. Membaca Tasbih

Lafaznya adalah sebagai berikut:  Subhanallahi Wa Bihamdihi.

Artinya: “Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya.”

3. Membaca Doa Salat Taubat Nasuha (Sayidul Istighfar)

Lafaznya adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta. 

Artinya, “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau,”

Sayidul istighfar adalah doa yang mengandung keutamaan luar biasa. Keindahan dan bobot lafal pengakuan di dalamnya memberikan nilai khusus bagi pembacanya di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW menyebut ada ganjaran istimewa bagi Muslim yang mengamalkan sayidul istighfar setiap pagi dan sore.

Rasulullah SAW pernah bersabda, yang artinya:
“Barangsiapa mengucapkannya (sayyidul istighfar) di siang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga. Dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum subuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari)

LEAVE A REPLY