Ilustrasi berdoa. Foto: Ensiklopedia Islam

IDNews.co.id – Tentu kita pernah mendengar istilah suudzon dan husnudzon. Suudzon adalah berburuk sangka, sementara husnudzon adalah kebalikannya yaitu berbaik sangka.

Tanpa sadar, kita sering menduga-duga apa yang terjadi dan menilai yang terjadi dengan hal yang negatif atau berburuk sangka. Padahal, kita sebaiknya berbaik sangka terhadap apa yang terjadi karena mungkin ada hikmah baik dibaliknya, terlebih kepada Allah Ta’ala.

Alasan mengapa kita sebaiknya berbaik sangka kepada Allah Ta’ala akan lebih mudah kita pahami dengan kisah berikut ini.

Alkisah, ada seorang Ibu dari Anshor dan 10 putranya datang menghadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ibu ini memohon kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk membawa anak-anaknya berjihad di jalan Allah Ta’ala.
Kemudian, mereka semua ikut berperang dan sembilan dari 10 anaknya gugur di medan perang. Mendengar kabar sembilan anaknya meninggal karena berperang, sang Ibu justru senang. Karena ia yakin bahwa anak-anaknya akan mendapatkan kenikmatan dari Allah Ta’ala.

Tersisa si bungsu yang masih hidup. Namun, si bungsu justru menjadi anak yang melenceng dan banyak melakukan dosa.

Suatu hari, si bungsu sakit parah, hingga sang Ibu tak tega melihat anaknya yang sakit itu. Kemudian, si bungsu berkata “Duhai ibuku, semua saudaraku lebih baik dariku tapi ibu tidak menangisi mereka. Tapi kenapa engkau menangisi putramu yang pendosa ini?.”

“Karena itulah aku menangis,” jawab sang Ibu.

“Duhai ibuku, andai aku berbuat salah atau melanggar hakmu, sementara ditanganmu ada api yang menyala-nyala, apakah kau akan melemparkannya kepadaku?”, tanya si bungsu.

“Tidak mungkin wahai anakku”, kata sang Ibu.

Kemudian, si bungsu menjawab sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, “Bukankah kau tau bahwa yang menciptakanku lebih penyayang daripada yang melahirkanku.”

Mendengar kisah ini, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada Ibu Anshor ini, “Kabar gembira untukmu, sungguh anakmu telah diampuni oleh Allah Ta’ala karena berbaik sangka kepada Tuhannya.”

Berbaik sangka akan membawa kita pada kebaikan. Kita sebagai manusia tidak tahu hikmah besar dibalik suatu hal, Allah Ta’ala tentu akan menyiapkan hikmah yang indah untuk hamba-Nya. Namun perlu diingat, berbaik sangka juga harus disertai dengan amalan sholeh, bukan hanya sekedar berbaik sangka.

Ingat dengan Firman Allah Ta’ala dalam Hadist Qudsi-Nya, “Aku seperti yang disangkakan hamba-Ku yang mukmin.” (ndi)

LEAVE A REPLY