sholat Foto: TripAdvisor

IDNews.co.id – Dalam membaca Al Qur’an atau surat-surat yang ada di dalam Al Qur’an, hendaklah kita membacanya dengan tertib, baik, tidak tergesa-gesa, dan tepat tajwidnya. Lebih baik apabila kita membaca sambil menghayati maknanya.

Dulu, para sahabat nabi pun membaca Al Qur’an dengan sangat menghayati. Seperti yang dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz, dimana beliau membaca surat Al Fatihah begitu lama. Apa alasannya?

Inilah Alasan Umar bin Abdul Aziz Lama dalam Membaca Al Fatihah

Salah satu dari lima tokoh khulafa’ur rasyidin ini ketika membaca Al Fatihah sangat lama. Kemudian, ia ditanya perihal hal tersebut.
Umar menjawab, “Aku sedang menikmati jawaban-jawaban dari Tuhanku.”

Dalam jawabannya ini, telah diriwayatkan oleh Hadits Riwayat Muslim, yaitu:

“Aku membagi sholat (Surat Al Fatihah) menjadi dua bagian, yaitu antara diri-Ku dan hamba-Ku dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika hamba mengucapkan ‘alhamdulillahi rabbil ‘alamin (segala puji hanya milik Allah)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah memuji-Ku.

Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘ar rahmanirrahiim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah menyanjung-Ku.

Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘maaliki yaumiddiin (Yang Menguasai hari pembalasan)’, Allah berfirman: Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku.

Beliau berkata sesekali: Hamba-Ku telah memberi kuasa penuh pada-Ku. Jika ia mengucapkan ‘iyyakana’budu wa iyyaka nasta’in (hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)’,

Allah berfirman: Ini antara-Ku dan hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika ia mengucapkan ‘ihdiinash shiroothol mustaqiim, shirootolladzina an’amta ‘alaihim, ghoiril magdhuubi ‘alaihim wa laddhoollin’

(tunjukkanlah pada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan jalan orang yang sesat),

Allah berfirman: Ini untuk hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”

Inilah yang dinikmati Umar bin Abdul Aziz. Jauh lebih nikmat dan menyenangkan daripada menunggu jawaban lainnya.

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY