Ilustrasi Gay

IDNews.co.id – Tak cuma aplikasi Blued, tapi ada dua aplikasi media sosial spesial yang suka sesama jenis yang pernah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2016 kemarin.

Kedua aplikasi itu bernama Grindr dan BoyAhoy. Grindr di luncurkan pertama kali sejak 2009.

Dalam web site resminya, grindr. com, Rabu (17/1/2018), ada kolom Profile Guidelines untuk memberitahukan calon pengunduh tentang hal apa saja yang dilarang, saat menggunakan aplikasi ini.

Prioritas intinya yaitu para pengguna aplikasi ini dilarang untuk telanjang. Tak cuma itu, Grindr juga melarang mengambil foto yang tunjukkan anak dibawah umur 18 tahun.

Terkecuali kedua larangan itu, ada 11 peraturan yang tercantum. Jika ada account yang tidak mematuhi, jadi account itu akan diblokir dengan cara permanen dari Grindr.

Sehari-harinya ada tiga juta pengguna aktif. Para user aplikasi ini ada di sekitar 234 negara. Pada Google Play, Grindr dapat didownload dengan cara gratis.

Dalam keterangan aplikasi ini tertulis kalau Grindr ialah media sosial yang diklaim nomor satu di dunia yang menghubungkan gay dan biseksual.

Fitur-fitur yang ada didalam aplikasi ini yaitu pengguna dapat mengobrol dan sharing foto pribadi. Ada juga fitur untuk menyaring account beda sesuai sama apa yang diinginkan pengguna.

Setelah itu BoyAhoy. Sama seperti Blued dan Grindr, BoyAhoy juga tawarkan fitur seperti chatting, sharing foto, dan seterusnya. Namun, aplikasi ini tawarkan kerahasiaan data pribadi penggunanya.

Cuma pengguna yang dapat pilih untuk memperlihatkan informasi pribadi dan area rumah. Ini sesuai dengan motto mereka, ” You decide if, when, and how you want to connect. ”

Aplikasi ini dapat didownload gratis, tapi ada penawaran untuk menaikkan aplikasi ini jadi berlangganan cuma dengan membayar di kisaran harga Rp130 ribu sampai Rp850 ribu dengan waktu sebulan hingga satu tahun.

Terakhir, sekarang ini ketiga aplikasi itu masih dapat didownload oleh pengguna. (ndi)

LEAVE A REPLY