Ilustrasi Aki basah dan aki kering kendaraan. Foto: icrixs.com

IDNews.co.id – Aki adalah di antara organ mutlak pada suatu mobil. Tanpa aki, mobil akan menyala.

Ada dua jenis aki yang sekarang ini digunakan banyak pemilik kendaraan, yakni aki kering dan aki basah. Walau aki kering tidaklah perlu perawatan seperti aki basah, tetaplah saja terminal positif dan negatif aki kering perlu perhatian spesial. Seperti apa?

” Bila aki kering perawatannya cuma untuk terminal diliat ada yang putih atau tidak, dan bisanya disiram air panas pulih. Umurnya aki kering itu satu hingga dua tahun, ” papar Muksin, Technical Operasional PT Wacana Sempurna Sentosa, produsen aki Massiv di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (7/3/2018).

Dia menjelaskan, pada aki kering, gel sangatlah susah menguap. Bahkan jika mengalami penguapan akan kembali sekali lagi ke wadah aki. Sehingga jenis aki ini tidak memerlukan sistem pengisian ulang seperti aki basah.

” Nah yang paling banyak perawatannya itu aki konvensional (basah), usianya bila airnya cepat kering tinggal nunggu saja, sehari, seminggu, satu bulan dll pastinya rusak. Paling lama satu bulan tentu saja aki rusak dengan keadaan air kering, ” katanya.

Untuk perawatan aki basah, direkomendasi setiap sebulan sekali mesti ditambah airnya. Karena penguapannya dimaksud tinggi. ” Sebab komponen aki basah terbuat dari timah hitam jadi satu bulan sekali mesti jadi air. Bukanlah menguras. Bila perawatannya benar, usia aki basah itu relatif satu tahun atau satu tahun setengah. ” (ndi)

LEAVE A REPLY