Ilustrasi Aki. Foto: Kompas

IDNews.co.id – Aki atau catu daya pada kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil, saat ini terdiri dari dua jenis, yakni aki basah dan aki kering. Meski sebutannya berbeda, namun keduanya masih menggunakan cairan untuk dapat berfungsi.

Dilansir dari laman Suzuki, Rabu (12/9/2018), cairan pada aki kering lebih padat dan bentuknya adalah gel. Sedangkan pada aki basah, cairannya lebih encer, seperti air pada umumnya.

Perbedaan lainnya, aki kering membutuhkan perawatan rutin. Berbeda dengan aki kering yang sifatnya bebas perawatan, atau bisa disebut juga dengan maintenance free (MF).

Selain dua perbedaan di atas, satu perbedaan lagi adalah harga. Aki kering biasanya relatif lebih mahal dibanding aki basah. Contohnya, salah satu jenis aki kering untuk mobil tipe MPV dibanderol Rp900 ribuan, sementara aki basah lebih murah Rp100 ribuan.

Soal mana yang lebih awet, kembali lagi pada penggunanya. Aki basah memang lebih awet, tapi dengan catatan, volume airnya harus selalu dijaga. Biasanya harus dicek tiap dua bulan.

Jika Anda termasuk yang memiliki pekerjaan dengan tingkat kesibukan yang tinggi dan tidak punya waktu untuk merawat kendaraan, sebaiknya menggunakan aki kering. Karena, aki jenis ini tidak perlu perawatan rutin. Tetapi, daya tahan aki jenis ini biasanya hanya dua tahun saja.(ndi)

LEAVE A REPLY