Pekerja menunjukkan uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta

IDNEWS.CO.ID –  Pemerintah memberikan bantuan subsidi upah/gaji bagi pekerja yang terdampak covid-19 sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan dalam dua kali penyaluran.

Berdasarkan data sampai 19 Oktober 2020, pemerintah telah menyalurkan subsidi upah untuk pekerja dengan pendapatan di bawah Rp5 juta kepada 12.166.471 orang atau 98,09 persen dari target penerima 12,4 juta orang.

Ada beberapa jenis rekening tak akan bisa menerima subsidi gaji Rp600 ribu dari pemerintah. Yakni, rekening bermasalah, rekening tidak aktif, rekening diblokir bahkan ada nama penerima bantuan di NIK, rekening berbeda, dan rekening ganda.

Meski demikian, Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memastikan bila data pekerja penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) valid, maka bantuan disalurkan.

“Pada prinsipnya kalau sudah clear validasi, kami bisa menyalurkan,” kata Aswansyah dalam dialog secara daring yang dipantau di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, (27/10/2020).

Dalam dialog bertema Menuntaskan Penyaluran Bantuan Subsidi Upah itu mengakui masih ada beberapa yang belum tersalurkan karena berbagai masalah tersebut.

“Strategi yang kita lakukan, apabila rekening yang kita dapatkan misalnya ganda, kami minta klarifikasi dengan BPJamsostek,” ungkapnya.

Selain itu, Kemenaker selalu berkoordinasi dengan bank penyalur terkait rekening yang bermasalah. Selanjutnya membuat posko pengaduan dan cek data calon penerima online di Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker).

Deputi Direktur Humas dan Antar Lembaga BPJamsostek Irvansyah Utoh Banja mengatakan berdasarkan data BPJamsostek, target awal penerima BSU sebanyak 15,7 juta pekerja.

Namun dari 15,7 juta, hanya 14,8 juta yang disampaikan nomor rekeningnya oleh perusahaan. Lalu BPJamsostek memvalidasi dengan perbankan untuk memastikan nomor rekening tersebut masih aktif.

Kemudian dilanjutkan dengan validasi kedua yaitu memastikan calon penerima sesuai dengan kriteria dalam Permenaker Nomor 14/2020 tentang pedoman susidi upah di antaranya adalah WNI, menerima upah/gaji di bawah Rp5 juta, terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan memiliki rekening bank yang aktif.

“Dari validasi ketiga, kami cek nama dan nomor rekeningnya maka dari data tersebut yang bisa diproses untuk disalurkan ada 12,4 juta orang,” katanya.

Dari tiga kali validasi yang dilakukan, terdapat 2,4 juta yang tidak valid yaitu 75 persen atau sebanyak 1,8 juta tidak memenuhi kriteria Permenaker Nomor 14/2020 dan 25 persen atau sekitar 600 ribu gagal konfirmasi ulang.

“Ini kita sudah konfirmasi ke perusahaan melalui kantor cabang kami tapi sampai 30 September kemarin belum ada,” tutupnya. (ria)

LEAVE A REPLY