Ilustrasi kebakaran. Foto: Tribunnews.com

IDNEWS.CO.ID – Kepala Seksi Kewaspadaan Badan Penanggulangan Tragedi Wilayah (BPBD) DKI Jakarta Embay Suhaimi mengatakan, masalah-masalah terkait kelistrikan kerapkali jadi pemicu kerapkali dari tragedi kebakaran di Jakarta. “Terpentingnya di pemukiman padat penduduk seperti Tambora (Jakarta Barat), masalah listrik ini yang paling riskan karena ruwet dan dapat dipasang 5-6 steker dalam sebuah sumber listrik,” ujarnya di Senen, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

Tidak hanya itu, lanjut ia, masalah listrik yang kerapkali jadi faktor utama pembawa kebakaran di pemukiman padat penduduk ialah condong penduduk tidak menggunakan kabel yang tidak ber-SNI. “Rata-rata yang paling riskan dipicu ialah tidak menggunakan kabel SNI. Ini terus kita sosialisasikan biar penduduk gunakan SNI, karena sekurang-kurangnya jika terjadi tragedi, resikonya dapat lebih rendah,” ujarnya.

Jumlahnya insiden kebakaran yang rata-rata terjadi 3-5 kali sehari di Jakarta, terus bikin BPBD DKI Jakarta melakukan pengarahan pada penduduk. Ialah, banyak hal yang bisa digunakan untuk menghindar hal tersebut. Seperti periksa kembali beberapa alat listrik dan kompor bila tidak digunakan atau sebelum keluar rumah.

Tidak hanya itu, beberapa langkah antisipatif disaat terjadi kebakaran, mulai dari skala kecil sampai besar, butuh diketahui oleh orang sebagai pelebaran efek kebakaran. “Kursus untuk kebakaran kecil dari kompor, api, penduduk harus tahu bagaimana kita menantangnya. Serta itu bermula dari diri masing-masing, dibarengi oleh kami. Bila penduduk sudah mengerti dengan kebencanaan, pasti dapat meminimalkan efek,” ujarnya. (fat)

LEAVE A REPLY