Ilustrasi Foto: Merdeka

IDNEWS.CO.ID – Motivator seminar kewirausahaan di SMK 2 Muhammadiyah Kota Malang, Agus Setiawan mengaku perbuatanya pada anak dibawah usia. Dia mengakui bersalah.

Ia meminta maaf terhadap sepuluh siswa, dan terhadap SMK 2 Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan. Diakuinya khilaf atas perbuatanya. Walaupun demikian ia harus menanggung perbuatanya. Ia dijaring Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Pergantian Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto kasus 351 KUHP dengan intimidasi hukuman lima tahun kurungan penjara. “Atas nama pribadi aku minta maaf.

Peristiwanya sungguh-sungguh khilaf karena selama hidup aku baru kesempatan ini melakukan tindakan dengan tangan. Permintaan yang teramat amat sudah aku berikan saat akhir acara. Serta selanjutnya karena aku merasakan bersalah aku kembali lagi ke aula SMK 2 Muhammadiyah untuk disandingkan dengan 10 siswa pula,” kata Agus, Sabtu (19/10/2019).

Agus mengatakan, pada kegiatan seminar itu ia memunculkan semangat siswa untuk memiliki jiwa wiraswasta. Dalam kegiatan ini Agus, bagikan tehnik berjualan di medsos. Ia diundang jadi motivator oleh kepala SMK 2 Muhammadiyah Kota Malang, Nur Cholis. Agus diperintah buka skema pikir siswa dalam soal wiraswasta.

Dalam seminar itu, ia terasa beberapa siswa yang tidur. Ia beri salam dan meminta siswa yang tidur untuk pindah ke depan. Lantas di antara Agus dan siswa bikin sebuah persetujuan. Apabila ada siswa yang bikin berisik dan ketawa akan dipukul sampai berdarah. Tidak disangka operator seminar melakukan kekeliruan catat di papan. Masalah ini bikin siswa ketawa. Tabiat siswa ini dia yang bikin Agus emosi lalu menampar sepuluh siswa. “Jadi pokok dasarnya motivasi enterpreneur yakni buka skema berpikir. Aku kasih cara pikir dalam upaya di dunia online.

Waktu itu aku bikin persetujuan bila ada siswa yang tertidur dan ketawa akan aku tampar. Nyatanya siswa ketawa saat ada salah tulisan,” tandas Agus Diberitakan sebelumnya, Kapolres Kota Malang AKBP Doni Alexnder mengatakan faksinya telah sah menentukan motivator Agus Setiawan sebagai tersangka perkara kekerasan pada anak dibawah usia. Agus diamankan polisi pada Jumat, (18/10/2019) kemarin di Lapangan terbang Juanda, Surabaya.

Agus Setiawan bisa dibuktikan menampar sepuluh siswa SMK 2 Muhammadiyah Kota Malang. Bukti itu diperoleh sesuai dengan video yang viral dan pernyataan dari tersangka. “Sesaat kita kenakan, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Pergantian Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto kasus 351 KUHP dengan intimidasi hukuman lima tahun kurungan penjara,” ujarnya, Sabtu, (19/10/2019).

Didapati, Kota Malang sebagai Kota Pendidikan, di gemparkan dengan video kekerasan yang dilakukan oleh seorang motivator Agus Setiawan karena menampar delapan siswa SMK 2 Muhammadiyah Kota Malang, dalam sebuah kegiatan seminar, Kamis (17/10/2019) lalu.

Agus diduga tersinggung dengan siswa yang ketawa di kegiatan itu. Siswa ketawa karena dalam sebuah pemaparan seminar terjadi salah tulisan. Dimana harusnya menulis Goblok tetapi justru terdaftar Goblog. Lantaran ejaan yang salah itu siswa terus ketawa. (ndi)

LEAVE A REPLY