Ilustrasi muncikari

IDNEWS.CO.ID – Terrhadap DP, seorang pemuda 19 tahun yang dipercaya sebagai muncikari alias pemasok layanan prostitusi di Apartemen Margonda Residence 5, Depok, Jawa Barat.

Hasil dari penyidikan diketahui, DP dapat menyediakan dua wanita pekerja seks komersial atau PSK. Antara lainnya bahkan masih dibawah usia dengan status siswi SMA. Selidik punyai selidik, remaja berparas cantik berinisial SP yang dijajakannya itu ternyata rekan saat kecil.

“Saya mengenal sama ia dari kecil. Kecuali ia ada , tetapi sudah rada gede, umurnya 22 tahun,” tukasnya dengan wajah memelas saat didapati di ruang penyidik Polres Metro Depok pada Sabtu 16 November 2019.

Dalam usaha haram ini, SP mematok harga sejumlah Rp2 juta untuk sekali kencan. Hasil dari lobi-lobinya itu, DP mengantongi keuntungan kira-kira Rp300-500 ribu. “Duit ya cukup sekedar bikin rokok-rokok doang,” kata DP sekalian menunduk malu.

Pemuda berbadan kurus ini mengakui, dirinya baru menekuni usaha gelap ini sejak sejumlah bulan terakhir, sejak sudah tak memiliki pekerjaan tetap. “Baru main, sejumlah bulan usai putus kontrak kerja. Itu juga aku kasih nomor WA (WhatsApp) doang bila ada yang pesan. Aku nyesel pak,” paparnya dengan suara perlahan.

Sebelumnya, Unit Krimum Polres Metro Depok membuka praktik prostitusi terselubung yang terjadi di lingkungan Apartemen Margonda Residence 5, di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat. Sayangnya , wanita Pekerja Sex Komersial (PSK) yang di jual masih dengan status pelajar.

Hal semacam itu dijelaskan Kepala Unit Reskrim Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Deddy Kurniawan pada Jumat 15 November 2019. Atas masalah itu, faksinya telah amankan seorang muncikari berinisial DP (19 tahun).

“Yang berkaitan ditangkap di Apartemen Margonda Residence 5 di Jalan Margonda,” tukasnya.

Kronologi Penangkapan

Deddy menjelaskan, awalnya pelaku mendapatkan pesan singkat WhatsApp dari seseorang yang mengakui berinisial F dan meminta untuk dicarikan wanita SMA. Dapat tetapi pelaku sempat melupakan permohonan itu pada Senin 11 November 2019.

Lalu, pelaku bertemu dengan seorang remaja wanita berinisial SP (korban) di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa 12 November 2019. Waktu itu, pada pelaku SP membicarakan sebuah masalah yang utamanya dia sedang memerlukan uang.

“Kemudian pelaku memberitahu pada SP jika ada tamu yang mau dilayani. Serta SP juga tertarik,” tuturnya.

Pada pelaku, SP meminta bayaran Rp2 juta untuk sekali kencan. Tidak mau menyia-nyiakan peluang, DP lalu mengabari F dan mengatakan jika pesanan yang disuruh sudah ada.

“F lalu berbicara pada pelaku bila ia ingin dan meminta pada pelaku untuk mengantarkan wanita pesanannya itu ke Apartemen Margonda Residence 5. Setelah itu pelaku mengantarkan SP ke apartemen menggunakan taksi online,” paparnya.

Sesampainya di tempat peristiwa, pelaku lalu ajak SP ke lantai 16 untuk bertemu dengan F sekalian memberikan uang DP sejumlah Rp500 ribu, sebagai tanda jadi.

“Sisanya sebesar Rp1.500.000 akan dikasihkan setelah SP melakukan pelayanan,” kata Deddy.

Tetapi rupanya, sepak terjang DP telah diketahui aparat. “Setelah kami terasa adanya laporan usaha prostitusi, kami langsung melakukan peningkatan dan sukses amankan yang berkaitan berikut tanda bukti,” tukasnya.

Atas tingkah lakunya itu, DP juga terancam tindak pidana Undang Undang Perlindungan Anak. “Motifnya, pelaku ini melakukan transaksi tempatkan, membebaskan, melakukan, memerintah melakukan, atau ikut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual pada anak untuk mendapatkan keuntungan,” kata Deddy.

Manfaat pengumpulan bukti-bukti selanjutnya, kasusnya diatasi Polres Metro Depok. (fat)

LEAVE A REPLY