Ilustrasi Spare Parts Foto: Poskota

IDNEWS.CO.ID – Di Indonesia, suku cadang kendaraan bermotor non orisinal masih bisa dibeli. Biasanya, onderdil ini diistilahkan pedagang maupun mekanik bengkel sebagai barang Kw.

Suku cadang ‘Kw’ di satu sisi menguntungkan konsumen, lantaran harganya lebih murah dari kualitas asli yang ditawarkan produsen kendaraan bermotor. Namun, di sisi lainnya, konsumen tidak mendapat jaminan soal kualitas dan usia pakainya.

Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian mengatakan, onderdil KW bisa saja merugikan konsumen, lantaran saat membeli tidak diketahui kelas kualitas barangnya.

“Pengetahuan konsumen soal suku cadang berkualitas, saat ini masih rendah. Konsumen cenderung meminta rekomendasi toko, dan mereka selalu kasih tahu mulai dari yang orisinal, Kw super sampai kualitas paling bawah beserta harganya,” kata Yusak di pameran otomotif Indonesia Motorcycle Show 2018 di Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Untuk meminimalkan berkembangnya onderdil Kw, Yusak mengatakan, harus ada campur tangan pemerintah dan instansi terkait. Sehingga, informasi soal suku cadang yang tidak sesuai standar tersebut bisa diketahui oleh masyarakat luas.

“Tentu, edukasi, soalnya komponen Kw ini harus dilakukan secara masif, dan pemerintah juga harus membantu, yang kualitasnya belum SNI itu harus dibatasi,” tuturnya.

Selain itu, Yusak mengatakan, peredaran komponen Kw bisa dicegah, jika konsumen melakukan belanja cerdas. Artinya, konsumen bisa mencari tahu suku cadang yang akan dibeli dan melakukan pembelian di tempat yang tepat.

“Ini bisa dikurangi, hanya dengan cara konsumen belanja cerdas. Beli langsung via online resmi misalnya, kemudian bandingkan dulu, lihat juga mereknya, kalau kayak kami, Astra, jelas kami tidak main-main dengan kualitas,” kata dia.(ach)

LEAVE A REPLY