IDNews.co.id – Sepeda motor yang mengedar sekarang tidak semua memakai speedometer berbasiskan digital. Untuk menekan harga, beberapa pabrikan terkadang membuat motor dengan speedometer manual dengan kabel sling.

Seiring pemakaiannya, speedometer dengan kabel sling mungkin mengalami rusaknya yaitu sinyal kecepatan tidak bergerak alias mati. Karenanya perlu diketahui penyebabnya apabila speedometer telah mati.

” Umumnya speedometer mati banyak tanda-tandanya, selagi digas jarum tidak gerak. Angka di km/jam tidak beralih. Indikator lampu di speedometer tidak manfaat, ” kata Kepala bengkel Eprotek, Emnuh seperti ditulis Viva.

Dia menuturkan kalau umumnya speedometer mati karena gigi nanas atau gearbox telah mulai aus. Ausnya gearbox dapat karena sebab pengendara sering melalui jalan tidak rata.

” Jalanan bergelombang banyak kerikil serta batu yang buat rusak shock depan serta otomatis terkena gigi nanas, ” tutur Emnuh.

Lalu menurut dia, speedometer dapat mati karna kabel speedometer mulai kendur karena lamanya saat pemakaian. Lalu dapat pula karna gear speedo mulai korosi karena kerapkali terjemur matahari dengan segera.

” Pemecahannya ya check gigi nanas, urut sekali lagi kabel speedometernya serta lumasi gear speedo dengan cairan pembersih biasanya disemprot WD40. Biayanya apabila masih tetap dapat diakalin cost perbaikan kurang lebih Rp30 ribu. Namun apabila rusak ganti satu set gearbox Rp60 beberapa ribu, kabelnya Rp30 ribuan, ” kata Emnuh. (ndi)

LEAVE A REPLY