Ilustrasi senang dan sedih. Foto: Metrotvnews.com

IDNews.co.id – Agama Islam tidak melarang umatnya untuk terasa suka, karena fitrah manusia merupakan mau selalu terasa suka. Terasa suka bisa memberikan fungsi yang baik untuk badan, bahkan pikiran yang stres jadi fresh kembali karena hati suka.

Tetapi sayangnya, ada saat -saat dimana kita diijinkan untuk suka dan dilarang untuk suka. Kapan waktu itu :

Suka dan sedih

Berikut ini Waktu yang tepat untuk Diijinkan Suka dan Dilarang untuk Senang
Allah Ta’ala berfirman didalam Al Qur’an surat Yunus ayat 58, ” Katakanlah (Muhammad), ” Dengan rahmat Allah dan rahmat-Nya, lebih baik dengan itu mereka suka “.
Sebab, kesenangan yang ada pada arah yang benar dan tidak tidak mematuhi aturan Allah Ta’ala, atau dalam rencana menyenangkan hati orang-orang, merupakan hal yang diminta oleh Allah Ta’ala.

Dengan demikian, kita dapat jadi pembawa kebahagiaan untuk orang-orang. Insyaa Allah pahala untuk kita.

Demikian sebaliknya, saat yang dilarang untuk suka salah satunya :
1. Senang ketika saudaranya dirundung musibah.
2. Senang dan bahagia dengan kehidupan dunia sampai lupa pada akhirat.
3. Senang karena memungkiri Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
4. Senang dan bangga karena memiliki harta kekayaan.
5. Senang dan bangga atas amal yang dikerjakan .
6. Senang dan bangga karena ilmu yang dimiliki.

Kesenangan ini tidak pada tempatnya, hingga Allah Ta’ala melarangnya. Kesenangan yang didasari hal seperti diatas bisa menyebabkan kesombongan, dan tanpa diakui akan memunculkan perasaan iri, dengki, pada seorang beda yang tidak suka .

Didalam Al Qur’an surat Al Ghafir ayat 75 mengkritik beberapa orang yang bersenang-senang tidak pada tempatnya. Allah Ta’ala berfirman, ” Yang demikian itu dipicu karena kamu bersuka ria di bumi (tanpa ) mengacuhkan kebenaran dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksi atan). ”

Mudah-mudahan kita bisa terasa suka sesuai dengan peraturan dan ridho Allah Ta’ala.

LEAVE A REPLY