Hamba Rasullulah SAW. Foto: U-Report

IDNews.co.id – Nabi Muhammad SAW hidup dalam kemiskinan selama sebarkan Islam. Karena Rasulullah miskin, banyak kelompok Quraisy yang mencaci maki dan menghinanya. Padahal dapat saja Rasulullah berdoa terhadap Allah supaya diberi kekayaan, namun nyata-nyatanya beliau lebih pilih hidup miskin dibanding hidup kaya.

Sempat satu kala Nabi Muhammad berkata jika dirinya tidak cemas apabila umatnya hidup dalam kemiskinan. Tapi beliau lebih cemas apabila umatnya hidup terlampau menyukai dunia dan berlomba mencari kekayaan hingga melupakan masalah akhirat.

Kala itu Rasulullah mengutus Abu Ubaidah bin Jarrah ke Bahrain untuk ambil jizyah dari penduduknya. Sebelumnya Nabi Muhammad sudah terima keinginan damai dari penduduk Bahrain.

Setelah Abu Ubaidah kembali dari Bahrain dengan membawa harta jizyah, para sobat dari kelompok Anshar dengar kehadiran Abu Ubaidah.

Mereka lantas segera berkumpul sembari melakukan sholat subuh bersama Rasulullah. Usai sholat, Rasulullah berkata terhadap umatnya, “Aku menduga kalian sudah dengar kehadiran Abu Ubaidah membawa suatu hal dari Bahrain? ”

Lalu mereka menjawab, “Benar wahai Rasulullah. ”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalau saat, bergembiralah dan berharaplah meraih suatu hal yang melapangkan diri kalian. Untuk Allah, bukanlah kemiskinan yang saya risaukan akan menerpa diri kalian. Namun demikian, saya cemas jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sama seperti ia dibentangkan untuk beberapa orang sebelum saat kalian makanya kalian berlomba sama seperti mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sama seperti mereka hancur. ” (HR. Muslim dan al-Bukhari).

Keterangan dari hadis itu, Rasulullah tidak cemas sekalipun apabila umatnya hidup miskin. Namun beliau cemas sekali apabila umatnya terlampau terlena dalam perihal dunia untuk mencari kekayaan.

Beliau cemas umatnya berlomba dalam mencari kekayaan dan kekuasaan sampai menghalalkan semua cara walaupun itu dilarang oleh Allah SWT. Sampai akhirnya mereka disibukan dalam perihal dunia dan melupakan masalah akhirat. Lalu mereka akan termasuk group orang yang celaka.

Nabi Muhammad telah tahu apabila kekayaan dunia sanggup menggeser kecintaan seseorang pada Allah. Oleh maka itu Nabi Muhammad lebih pilih hidup miskin karena takut kesenangan dan kebahagiaan di dunia membuatnya lupa terhadap Allah. (ndi)

LEAVE A REPLY