Ilustrasi Hukum. Foto: SINDOnews

IDNEWS.CO.ID – Istri Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, Zuraidah Hanum mengakui sudah merencanakan pembunuhan suaminya dengan baik. Bahkan nyaris tanpa meninggalkan jejak dan membuat polisi harus berfikir keras guna mengungkap kasus ini.

Wanita berusia 41 tahun dibantu oleh Jefri Pratama dan M Reza Fahlevi. Istri korban sakit hati, karena Jamaluddin selingkuh dan merendahkan harga dirinya dan keluarganya.

Waktu berlalu, Zuraidah juga memadu kasih dengan Jefri. Ia pun, menceritakan semua apa dirasakan selama menikah dengan hakim berusia 55 tahun itu dan dikaruniakan seorang putri dari pernikahannya dengan Jamaluddin.

Mendengar keluhan Zuraidah hingga niat membunuh suaminya, Jefri mengajak dan mengenalkan Zuraidah dengan Reza, yang merupakan adik kandungnya. Mereka pun, merencanakan pembunuhan tersebut.

Hal terungkap dari rekontruksi berlangsung di sejumlah tempat di Kota Medan, seperti di The Coffe Town di Jalan Ngumban Surbakti dan Kafe Everiday Jalan Ring Road/Gagak Hitam, Kota Medan. Kemudian, ke Pasar Melati dan Perumahan Mercy, Kota Medan, Senin 13 Januari 2020.

Ketiga tersangka melakukan reka ulang kejadian sebanyak 15 adegan. Tepat pada adegan kelima pada pertemuan di The Coffe Town, Kota Medan, pada tanggal 26 November 2019. Skenario pembunuhan langsung diinstruksikan Zuraidah.

Zuraidah memberikan uang senilai Rp2 juta untuk memberikan perlengkapan untuk membunuh suaminya. Kemudian, Kamis 28 November 2019, aksi pembunuhan dimulai pada Pukul 19.00 WIB.

“Nanti habis (salat) Magrib jam-jam 7. Aku jemput depan pasar Johor. Terus habis itu, kalian (Jefri dan Reza), aku bawa ke rumah. Nanti sampai di rumah kalian di atas lantai 3 di lonteng,” kata Zuraidah kepada Reza.

Zuraidah menjemput kedua lelaki sesuai lokasi yang sudah direncanakan dengan mobil Camry milik wanita tersebut, menuju rumahnya di Perumahan Royal Monaco Blok B, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Hal itu, dilakukan agar tetangga dan warga sekitar tidak curiga dengan kedatangan Jefri dan Reza ke rumah mewah tersebut.

“Nanti jam 1 (Jumat dini hari, 29 November 2019), ku miss call (tanda). Baru kalian eksekusi,” kata Zuraidah sembari mengatakan suami tidur di kamar lantai 2 di rumah tersebut.

Zuraidah sudah mempersiapkan kain sarung untuk membekap mulut dan hidung Jamaluddin sebagai alat untuk membunuh dan tanpa meninggalkan jejak. “Kamar enggak ku kunci, terus kalian masuk. Nanti satu orang bekap pakai kain, satu orang lagi pegang tangan dan badannya. Aku pegang kakinya,” jelas Zuraidah.

Dengan itu, ia mau membuat suaminya mati karena serangan jantung. Bukan dibunuh. “Jadi kita buat seakan-akan kematian itu dikarenakan sakit jantung,” kata Zuraidah.

Akhirnya, Jamaluddin dibunuh oleh istrinya bersama dua pria kenalannya itu, di rumahnya Jumat dini hari, 29 November 2019. Kemudian, jasad korban dibuang dengan mobil korban Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi BK 77 HD ke Desa Suka Dame, Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. (ach)

LEAVE A REPLY