Pintu Tol Brebes Timur.

IDNews.co.id – Memasuki H-6 Hari Raya Idul Fitri 2017, geliat arus mudik lebaran sudah mulai meningkat. Data menunjukkan jumlah pemudik tahun ini meningkat hampir lima persen yakni mencapai 19 juta orang bila dibandingkan dengan mudik lebaran tahun lalu.

Pada kesempatan ini, anggota Komisi V DPR RI Nurhasan Zaidi menjelaskan, terkait dengan potensi permasalahan yang harus menjadi perhatian khusus adalah di ruas jalan tol Batang hingga Grinsing yang belum cukup sempurna untuk dilalui. “Serta ruas tol Grinsing Semarang belum bisa dimanfaatkan, sehingga potensi penumpukan kepadatan ada di titik ini dimana jalur utama Pantura dan tol Fungsional bertemu,” kata Nurhasan Zaidi , Minggu (18/6).

Dari pantauan di lapangan, ucap Nurhasan, ruas tol fungsional antara Brexit (Brebes Timur) hingga Pemalang memang sudah dapat difungsikan namun secara konstruksi dan kelayakan banyak sekali catatan yang bisa menyebabkan tingkat kerawanan kecelakaan sangat tinggi.

“Mulai dari kondisi jalan yang masih berupa coran dasar (LC) yang masih terlihat rapuh untuk frekuensi kendaraan yang melimpah, rambu-rambu yang belum memadai, tidak adanya penerangan jalan,  kondisi jalan yang curam dan berundak-undak serta rest area yang belum cukup representatif. Semua hal tersebut berpotensi menjadi penyebab kecelakaan,” terangnya.

Namun, Nurhasan cukup memahami bahwa penggunaan jalur tersebut adalah salah satu solusi sementara dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan kemacetan arus mudik lebaran tahun ini. “Tapi dengan catatan segala hal untuk meminimalisir potensi kecelakaan tersebut dan permasalahan yang lebih besar harus di persiapkan dengan matang,” ucap politisi PKS ini.

Anggota dewan asal Dapil IX Jawa Barat ini ini pun menjelaskan tujuan dari peninjauan Komisi V DPR RI bersama Kemenhub, Kemen PUPR, Korlantas, Basarnas, Jasamarga dan lembaga terkait lainnya ke sejumlah wilayah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah khususnya jalur mudik tol.

Operasional dan tol Fungsional mulai dari Cikarang Utama-Cikopo-Palimanan-Pejagan hingga Semarang beberapa hari ini  adalah untuk memantau, memastikan dan mengevaluasi kesiapan serta kondisi detail di lapangan khususnya jalur mudik ke arah Jawa Tengah  agar memenuhi kriteria keamanan, kenyamanan dan Keselamatan pemudik lebaran.

“Kita ingin memastikan secara detail kesiapan semuanya, harapan kita jangan sampai kejadian seperti insiden Brexit tahun lalu terulang kembali. Untuk itu segala rencana dan konsignasi harus di tinjau secara detail termasuk simulasi  penanganan kondisi daruratnya bila itu terjadi,” terangnya.

Lebih lanjut, dirinya juga menegaskan bahwa kunci kesuksesan mudik lebaran kali ini adalah koordinasi dan sinergi antar pihak (kementrian dan lembaga) dalam sistem yang terintegrasi. “Ini harus menjadi perhatian khusus, jangan sampai ada miss kordinasi antar pihak apalagi saling menyalahkan bila terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

“Dan bagi masyarakat yang ingin mudik lebaran kami juga menghimbau untuk senantiasa menjaga diri, disiplin dan saling menghargai. Kita semua berharap dan berdoa agar mudik lebaran tahun ini sukses dan lancar, karna kita semua ingin bahagia bersama di hari raya,” imbuhnya menambahkan. (ton)

LEAVE A REPLY