IDNews.co.id – Anda batuk selama 2 minggu berturut-turut? Waspadai TBC menyerang! Selekasnya laksanakan penyembuhan dengan pas. Bila tidak, juga akan beresiko pada komplikasi penyakit beda serta TBC dapat menulari beberapa orang disekitar Anda.

Batuk ialah cara alami dari badan untuk menjaga diri dari benda-benda asing diluar. Sebenarnya refleks batuk begitu dibutuhkan supaya kuman-kuman serta debu-debu yang berada di lingkungan tidak dapat masuk kedalam paru-paru.

Namun apabila batuk tidak kunjung pulih serta mengganggu, hal itu butuh diwaspadai. Mungkin saja itu infeksi di saluran pernafasan, radang paru-paru bahkan juga TBC (tuberculosis).

Tutik Kusmiati, dr SpP Spesialis Paru serta Pernapasan, menjelaskan memanglah butuh diwaspadai apabila seorang mengalami batuk yang tidak kunjung pulih. Terutama sampai lewat dari 2 minggu, ini dapat diidentifikasi jadi gejala awal dari TBC.

TBC ialah infeksi yang dipicu oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Kuman ini dapat menyerang badan manusia, terlebih paru-paru. Namun, dapat pula kecuali itu. Seperti TB tulang, TB kelenjar serta TB ginjal.

MENULAR LEWAT UDARA

TBC merupakan salah satu penyakit menular yang masih tinggi prevalensinya di dunia yang ditandai dengan batuk yang membandel. Umumnya, TBC yang menyerang paru dikenal dengan istilah TB paru. masih keterangan dari Tutik Kusmiati, dr. SpP, yang juga sebagai Staf Medik SMF Paru, RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, penyakit TBC ditularkan lewat droplet nucleus yakni percikan dahak yang terdapat kuman.

Kuman ini ukurannya sangat kecil sekali, kurang dari 5 ml mikro sehingga, hanya dapat dilihat melalui mikroskop. Karena ukurannya kecil, ia sangat ringan dan mudah terbawa angin. Kuman yang berterbangan di udara ini, masuk ke dalam tubuh orang sehat melalui pernafasan ke dalam paru-paru dan akhirnya orang tersebut secara tidak sengaja tertular.

Selain disebabkan kuman TB, TBC bisa dikaitkan dengan sistem imun (kekebalan) tubuh seseorang. Di dalam tubuh manusia terdapat makrofag yang bertugas membunuh kuman TB. Makrofag ini dibangun oleh sistem imun tubuh. Ada kalanya makrofag bisa kalah melawan tubuh sehingga membuat seseorang sakit.

Pada pasien yang menderita diabetes dan HIV, sangat rentan terserang TBC. Apalagi pada anak, sebab system imunnya belum terbentuk dengan sempurna.

DISERTAI DEMAM

Gejala TBC antara lain batuk yang terus menerus dan berdahak selama kurang lebih 2-3 minggu. Dahak yang keluar terkadang bercampur darah. Selain itu juga disertai demam lebih satu bulan terutama siang dan sore hari. Badan pun menjadi lemah, berat badan menjadi turun drastis karena nafsu makan berkurang. Bila sakit sudah berlanjut timbul sesak nafas dan rasa nyeri pada dada, dan yang terakhir sering berkeringat pada malam hari meskipun tidak melakukan kegiatan.

Umumnya masyarakat tidak sadar dan mengira kasus batuk pada TBC dianggap sebagai batuk biasa yang sering dialami banyak orang. Sehingga pengobatan yang dilakukan hanya dengan minum obat pereda batuk yang dijual di pasaran. Akhirnya penyakit terus menyebar dan baru dibawa untuk berobat ketika telah memasuki tahap yang kronis.

Apakah penderita TBC dapat diobati?

Dokter Tutik menjawab, Pasien harus diberi edukasi tentang memutus rantai penularan dengan cara berobat secara teratur, tidak terputus dan minum obat sesuai yang dianjurkan dokter. dengan begitu Jika seseorang dinyatakan sakit TBC, pasien di beri obat yang harus diminum secara teratur sampai tuntas minimal 6 bulan. Selama masa pengobatan diperlukan pemeriksaan dahak pada akhir tahap awal pengobatan.

GAYA HIDUP SEHAT

Untuk pencegahan dan pengendalian infeksi TB, dokter Titik menyarankan :

  • Menjaga kebersihan tangan, cuci tangan dengan air bersih dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol.
  • Melakukan etika batuk. Yakni menutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau sapu tangan saat batuk atau bersin. Segera buang tisu yang sudah dipakai ke dalam tempat sampah. Tidak membuang dahak di sembarangan tempat, tapi dibuang pada tempat khusus dan tertutup. Jangan meludah sembarangan.
  • Jika dalam pemeriksaan dinyatakan positif TBC, maka segera berobat secara teratur selama 6 bulan. Hindari merokok. Penderita TB paru dianjurkan tidak tidur satu kamar dengan keluarganya, terutama selama 2 bulan pengobatan pertama.
  • Untuk mempertinggi daya tahan tubuh, makanlah makanan bergizi yang terjangkau, misalnya tahu, tempe, ikan asin, sayur-sayuran dan buah-buahan.
  • Rumah tinggal harus mempunyai ventilasi udara yang baik, agar aliran udara berjalan dengan lancar.
  • Terakhir, selalu gunakan masker di manapun dan kapan pun Anda berada. (*)

 

LEAVE A REPLY