Ilustrasi sayuran

IDNEWS.CO.ID – Sayur pokcoy atau dikenal dengan sawi sendok, umumnya sering ditemukan dalam masakan tumis-tumisan. Seperti sayuran hijau lainnya, ternyata pokcoy juga memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Pokcoy dikenal mengandung tinggi vitamin A dan vitamin C. Kedua jenis vitamin ini punya peran penting sebagai antioksidan dalam tubuh. Maka tidak heran jika banyak orang memasukkan pokcoy ke dalam diet mereka.

Baca Juga: Ternyata Orangtua jadi Salah Satu Penyebab Anak Obesitas

Dengan kandungan gizi dan nutrisi yang kaya, pokcoy ternyata juga dikenal menjadi sayuran yang mampu mencegah dan meminimalisir penyakit berbahaya. Salah satunya ialah mengurangi risiko penyakit jantung. Tapi benarkah hal itu?

“Jadi itu memang fakta, tapi ada catatannya. Catatannya kalau penyakit jantung hubungnanya sama lemak jenuh dan lemak trans. Makanya kalau bisa jangan dicampur dengan yang digoreng-goreng,” ungkap Dokter Spesial Gizi Klinik dr Juwalita Surapsari, M.Gizi SpGK, dalam tayangan Ayo Hidup Sehat, tvOne, Rabu, 11 September 2019.

Selain itu, yang juga tidak banyak diketahui bahwa pokcoy juga disebut bisa mencegah terjadinya kanker usus. Menurut Juwalita, ini terjadi karena pokcoy sendiri mempunyai kandungan serat yang cukup tinggi.

“Intinya kalau makan cukup serat itu bisa mencegah risiko kanker usus. Kan pokcoy seratnya tinggi bisa bikin suasana dalam usus jadi sehat karena kanker usus terjadi pada orang yang kurang makan serat dan banyak makan lemak dan minyak,” kata Juwalita.

Di masyarakat sendiri kerap beredar kabar bahwa mengonsumsi sayuran hijau terlalu banyak seperti halnya pokcoy juga bisa menyebabkan asam urat. Namun, menurut Juwalita hal itu ialah mitos belaka.

“Jadi itu mitos. Banyak yang menyebut kalau yang hijau-hijau bikin asam urat, itu harus diedukasi karena sayuran kalau lihat level purin dia rendah. Cuma memang ada yang sensitif  bisa saja terjadi. Tapi secara umum enggak masalah, ” kata dia.

 

LEAVE A REPLY