IDNews.co.id – Menjelang Lebaran Idul Fitri, bahan makanan yang mengandung formalin semakin banyak dijual bebas di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Setidaknya terungkap saat Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) Kabupaten Tegal melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan makanan di Pasar Trayeman, Slawi dan Pasar Banjaran, Adiwerna, Jumat kemarin.

Sidak yang dipimpin Wakil Bupati Tegal Umi Azizah ini berhasil menemukan bakso sapi yang mengandung formalin dan daging sapi giling yang mengandung borak. Bahan makanan itu, ditemukan di Pasar Trayeman. “Kami juga menemukan mi yang mengandung formalin,” kata wabup, di sela-sela sidak.

Menurutnya, bahan makanan mi ayam ini, dijual ke konsumen seharga Rp 10 ribu per kilogram. Selain mi, tim gabungan yang terdiri atas Dinas Kesehatan dan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) serta Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM ini juga menemukan bahan makanan takjil kembang pacar yang mengandung rhodamin B atau bahan pewarna tekstil.

Dengan temuan itu, Umi Azizah mengingatkan kepada seluruh warga untuk lebih waspada saat membeli produk pangan. Umi juga meminta kepada Dinas Perdagangan Koperasi dan UMK melakukan pembinaan terhadap pedagang yang menjual produk pangan yang mengandung bahan berbahaya. “Bahan makanan yang mengandung formalin dan borak itu sangat berbahaya jika dikonsumsi kita. Kita harus waspada,” ujarnya.

Dia mengemukakan, borak yang dikenal pedagang sebagai bahan pengenyal, seharusnya tidak untuk pengenyal makanan. Bahan kimia itu hanya digunakan untuk mengawetkan mebel kayu. Sedangkan bahan pengenyal yang direkomendasikan untuk makanan adalah sodium tripolyphosphate (STPP). “Masyarakat harus hati-hati, yang benar adalah STPP, bukan bahan pengenyal untuk pengawet mebel kayu,” jelasnya. (ndi)

LEAVE A REPLY