Ilustrasi polisi Foto: Kompas

IDNEWS.CO.ID – Tiga wilayah jadi perhatian khusus dalam pengamanan Pemilihan Umum 2019 di Jawa Timur, yakni Madura, Tapal Kuda, dan Mataraman.

Karena itu, kepolisian daerah setempat pun menerjunkan seribu lebih personel untuk membantu kepolisian resor mengamankan jalannya pemilu di tiga wilayah itu. Personel dari Tentara Nasional Indonesia juga turun membantu.

Kepala Polda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan mengatakan bahwa sebanyak 1.113 anggota Polri diperbantukan ke polres-polres untuk pengamanan pemilu. “Per hari ini berangkat, telah dipersiapkan bus,” kata Luki usai Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan TPS di Markas Polda Jatim, Surabaya, pada Senin (15/4/2019).

Seribu lebih personel polda itu kebanyakan digeser ke Madura, Tapal Kuda, dan Mataraman. Tiga wilayah itu jadi perhatian khusus karenanya diperlukan penebalan pengamanan. “Begitu juga dari TNI, ada permintaan khusus, itu ada penebalan pada wilayah-wilayah khusus, itu ada di wilayah Madura, ada wilayah Mataraman, dan Tapal Kuda,” ujarnya.

Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi mengatakan, total jumlah personel TNI di Jawa Timur sebanyak 17.650 anggota. “Dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan dari Angkatan Udara, ini juga kita geser. Untuk on call-nya nanti di kodim-kodim (Komando Distrik Militer) itu ada satu SSK (Satuan Setingkat Kompi), tapi untuk gerakannya nanti (kendali) dari kepolisian,” ujarnya.

Di tempat sama, Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur Choirul Anam menjelaskan bahwa jumlah tempat pemungutan suara atau TPS di Jatim sebanyak 130.010 TPS reguler sesuai daftar pemilih tetap. “Dan juga ada 161 TPS untuk pemilih tambahan. Dari 161 TPS tersebut, 77 di antaranya kita dirikan di lapas (lembaga pemasyarakatan),” ujarnya.

Anam memastikan bahwa seluruh keperluan pemungutan suara, dari kotak suara, surat suara, serta alat mencoblos, dan lainnya, rampung pendistribusiannya, termasuk pengiriman logistik di daerah tersulit dan terluar di beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura. “Untuk kepulauan sudah dua minggu kemarin mulai kita kirim, kepulauan memang kita utamakan. Misalkan di Sapeken, ini pulau yang paling susah sudah kita kirim,” katanya. (ndi)

LEAVE A REPLY