Ilustrasi

IDNews.co.id – Sudah jatuh tertimpa tangga. Inilah yang dialami artis sinetron Jeremy Thomas. Bagaimana tidak? setelah anaknya yang bernama Axel Matthew ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus peredaran narkoba, kali ini sang ayah juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang lain.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan Jeremy Thomas resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penipuan yang mana sebelumnya ditangani Polda Bali.

Menurut Argo, sebelumnya Polda Bali menangani kasus dugaan penipuan sebesar Rp 16 miliar terkait sebuah lahan dan vila di kawasan Ubud Kabupaten Gianyar Bali. Namun dalam prosesnya kasus ini dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Namun sayangnya Argo enggan merinci kapan waktu pastinya pelimpahan kasus itu dari Polda Bali ke Polda Metro Jaya, dan kapan persisnya kepolisian menetapkan Jeremy Thomas sebagai tersangka.

Namun Argo hanya menyebutkan saat kasus itu dilimpahkan dari Polda Bali ke Polda Metro Jaya, status Jeremy sudah sebagai tersangka. Pelimpahan kasus dilakukan sebab penyidik di Polda Bali memastikan kalau locus delicti atau Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus tersebut adalah di Jakarta. Sebagai tersangka, Jeremy dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“Jadi locus-nya itu di Jakarta. Dan dia (Jeremy) sudah menjadi tersangka. Saat ini kami melengkapi berkas perkaranya dulu. Jadi bukannya bendel perkara dari Bali langsung kita limpahin ke kejaksaan, tidak. Kami lengkapi dulu apa saja kekurangannya,” terang Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/8).

Dilanjutkannya, pihaknya sudah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. “Adapun proses penanganan yang dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya merupakan penyidikan lanjutan yang mana sebelumnya dilakukan oleh penyidik Polda Bali dan telah dikirimkan ke JPU (Jaksa Penuntut Umum) Bali, namun P19 (berkas dikembalikan) dengan petunjuk bahwa locus delicti ada di Jakarta, karena itulah dilimpahkan ke sini (Polda Metro Jaya),” urai Argo.

Berdasarkan surat petunjuk dari Kejati Bali, kata Argo sesuai surat petunjuk dari Kejati Bali maka pihaknya mengirimkan SPDP kasus Jeremy ke Kejati DKI Jakarta. “Dalam waktu dekat, penyidik Polda Metro Jaya segera melimpahkan berkas tersebut ke Kejati DKI Jakarta karena statusnya sudah tersangka,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto menegaskan bahwa Jeremy sebelumnya memang sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak ditangani penyidik Polda Bali. “Sejak disidik di Polda Bali, statusnya memang sudah tersangka dan berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Bali.

Namun, karena petunjuk dari Kejati Bali locus delicti-nya di Jakarta, sehingga Polda Bali melimpahkan ke Polda Metro Jaya dan Jeremy sebelumnya sudah diperiksa sebagai tersangka di Polda Bali,” terang Didik.

Terkait SPDP yang dikirimkan ke Kejati DKI menurut Didik hal itu adalah prosedur yang harus dilakukan. SPDP itu sendiri sudah terdaftar atas nama tersangka Jeremy Thomas dengan nomor registrasi B/9127/VI/2017/Datro/30 Juni 2017.

“Kami kirim SPDP ke Kejati DKI biar mereka mengetahui. Tapi kalau berkas kan sudah diberkas oleh Polda Bali, nanti kita tinggal limpahkan saja berkasnya ke Kejati DKI,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kasus dugaan penipuan terkait pembelian vila di Ubud Kabupaten Gianyar Bali senilai Rp 16 miliar ini berlangsung pada 2014 lalu. Kala itu, seorang rekan bisnis Jeremy yang bernama Patrick Alexander Morris (WN Australia) melaporkan Jeremy ke Polda Bali pada 7 Oktober 2014 lalu. Kepada polisi, Patrick mengatakan kalau dirinya merasa tertipu oleh Jeremy dalam proses jual-beli vila di Ubud Bali itu yang menimbulkan kerugian dirinya sebesar Rp 16 miliar.

Detail kasus ini bermula tatkala  Patrick membeli lahan seluas 35 hektare di Kedawetan Ubud Bali pada 1999 lalu. Patrick lalu membangun vila di atas tanahnya tersebut. Namun karena saat itu Patrick membutuhkan modal untuk mengembangkan vila tersebut, yang mana dirinya hendak membangun layanan spa di sebelah vila.

Maka ia meminta tolong kenalannya yang bernama Jeremy Thomas itu. Kepada Patrick ia mengatakan bisa mengusahakan dana dengan syarat sertifikat atas nama Rudi Marcio itu dibaliknamakan menjadi atas nama Jeremy Thomas. Alasannya agar mempermudah pencairan kredit dari bank.

Namun belakangan Jeremy setelah mendapat surat kuasa untuk balik nama dari Patrick pada 5 Juli 2013 disertai penyerahan akta tanah dan bangunan tersebut untuk mencarikan dana. Jeremy malah memindahkan kepemilikan vila tersebut yang sudah atas nama Jeremy yang kemudian vila itu dijual oleh Jeremy.

Selanjutnya dalam proses penyidikan terungkap kalau vila yang diberi nama Vila Kirana itu dijual tersangka Jeremy kepada pihak ketiga atas nama Lie Halim tanpa persetujuan korban, yakni Patrick. Saat itu Patrick hanya menerimauang Rp 1 miliar dari Jeremy, padahal nilai vila itu Rp 17 miliar.

Tak terima sudah tertipu, maka Patric lantas melaporkan Jeremy ke Mapolda Bali. Atas hal ini, korban mengalami kerugian vila senilai Rp 16 miliar. Patrick pun lantas melaporkan Jeremy ke Polda Bali yang menuduhkan pasal 378 terkait penipuan sesuai surat laporan bernomor LP/508/X/2014/Bali/SPKT tertanggal 7 Oktober 2014.

Sebelumnya, pada pertengahan Juli lalu, anak Jeremy yang bernama Axel Matthew juga ditangkap aparat Polres Bandara Soekarno Hatta. Axel ditangkap di Hotel Cristal Cilandak Jakarta Selatan. Axel sudah resmi sebagai tersangka dalam kasus peredaran pil Happy Five versama 4 tersangka lainnya. (gus)

LEAVE A REPLY