Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

IDNEWS.CO.ID – Tim tehnis dari Tim Paduan Penjelajah Realitas (TGPF) perkara penyiraman air keras pada penyidik senior Komisi Penanggulangan Korupsi Novel Baswedan dikasih waktu tiga bulan untuk menyingkap perkara itu. Wakil Presiden Jusuf Kalla memandang pekerjaan itu sebenarnya simpel.

“Ya ini kan sudah dalam babak tanda-tanda tepergok background-nya, saat ini tinggal cari orangnya. Kan sebenarnya sederhana tinggal cari orang,” kata JK di Pancoran, Jakarta.

Ditambah lagi menurut dia saat ini sudah tampil bukti-bukti awal. JK pun memandang polisi tentu dapat menyingkap pelaku penyerbuan karena dianggap tidak sukar.

“Ya pasti polisi miliki kebolehan untuk menyingkap,” tutur JK.

Menurut JK, polisi sudah bisa di buktikan miliki kebolehan menyingkap pelaku kejahatan. Ia memberikan contoh polisi dapat mengatakan pelaku-pelaku aksi terorisme sebelumnya.

“Jika polisi itu ahli disana. Cari teroris saja yang bersembunyi bisa, apalagi di tempat ini ada bukti-bukti awal,” kata JK.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah meminta waktu supaya klub tehnis ini kerja menindaklanjuti hasil TGPF. Tetapi, enam bulan yang dikehendaki kapolri tidak mendapatkan kesepakatan dari Presiden Joko Widodo.

“Aku berikan tiga bulan klub tehnis dapat menuntaskan apa yang kemarin disampaikan. Kita mengharapkan dengan beberapa temuan yang ada aku duga sudah mengarah ke beberapa kasus yang terjadi,” kata Jokowi, di Istana Negara, Jakarta. (ach)

LEAVE A REPLY