Fogging nyamuk demam berdarah Foto: NUSABALI.com

IDNEWS.CO.ID – Data Dinas Kesehatan Kota Depok mencatat, jumlah penderita Demam Berdarah Dengue atau DBD di kota tersebut mencapai sebanyak 506 kasus. Dan, 231 orang di antaranya terdata di Rumah Sakit Umum Daerah. Angka ini disebut-sebut meningkat tujuh kali lipat dibanding tahun lalu, 2018.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Depok, Umi Zakiati mengatakan, pada 1 hingga 31 Januari 2018 lalu, tercatat jumlah penderita DBD hanya mencapai 75 orang. Sementara itu, pada 1 hingga 31 Januari 2019, tercatat ada sebanyak 506 orang pasien.

Berdasarkan keterangan, ada lima kelurahan di Depok, yang penderitanya paling banyak. Yakni, Kelurahan Beji, Kelurahan Cipayung, Kelurahan Harjamukti, Kelurahan Pancoran Mas, dan Kelurahan Ratujaya.

“Di Beji ada 36 orang pasien, Cipayung 38 orang, Harjamukti 22 orang, Pancoran Mas 34 orang, dan Ratujaya 30 orang penderita DBD,” katanya pada wartawan, Selasa (5/2/2019).

Terkait hal itu, wanita yang akrab disapa Umi ini pun menegaskan, pihaknya terus mengupayakan penekanan angka penderita DBD yang ada di Kota Depok. Salah satunya, dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Kalau PSN itu memberantas sarang nyamuk dengan menutup, menguras dan mendaur ulang, utamanya menghindari gigitan nyamuk, dengan lotion. Kalau ada rumah yang ventilasinya terbuka ditutupi, atau tempat tidur pakai kelambu, itu harus dilakukan,” ucap Umi.

Kemudian, lakukan fogging rutin untuk memberantas nyamuk di daerah-daerah yang tergolong ditemukan jentik nyamuk. Terakhir, Dinkes pun rutin melakukan penyuluhan tentang daur hidup nyamuk dan memberi informasi ke masyarakat betapa pentingnya PSN.

Adapun penderita DBD dari tanggal 1 hingga 31 Januari 2019 ada 506 orang. 436 di antaranya, positif terkena DBD dan 70 orang terduga DBD. Sedangkan jumlah penderita DBD yang dilarikan ke RSUD Kota Depok, telah mencapai 231 pasien pada Senin (4/2/2019).

“Untuk pasien yang masih dirawat saat ini, berjumlah 33 orang. Di antaranya, enam pasien anak-anak dan 27 pasien dewasa,” katanya.

Tak hanya pemerintah, upaya pemberantasan nyamuk Aedes Aegypti juga gencar dilakukan aparat TNI setempat. Salah satunya seperti yang dilakukan jajaran Koramil 03/Sukmajaya. Dipimpin langsung oleh Danramil, Kapten Inf Suyono, TNI ikut turun tangan memberantas penyebaran nyamuk berbahaya itu di sejumlah rumah warga.

Pria yang akrab disapa Yono ini mengatakan, ini adalah bagian dari bakti TNI terhadap rakyat. “Rakyat itu adalah ibu kandungnya TNI, karena itu kami harus peduli. Sejak beberapa hari lalu, berdasarkan instruksi Dandim, kami rutin melakukan penyemprotan untuk memberantas sarang nyamuk. Semoga, tidak ada lagi yang jadi korban DBD,” katanya. (fat)

LEAVE A REPLY