http://idnews.co.id/wp-content/uploads/2020/01/5ded9f4f96203-anak-presiden-jokowi-kini-jualan-ayam_375_211.jpg

Mengangkat kuliner nasional jadi ide utama Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep berwirausaha. Kali ini melalui Yang Ayam di Tanjung Duren, Jakarta Barat. “Orang Indonesia suka, dan tidak pernah bosan dengan ayam.”

Kaesang mengatakan setiap wilayah punya menu olahan daging ayam dengan kekhasannya masing-masing. Menu daging ayam tersedia mulai mulai resto mewah hingga kaki lima, dan semua laris terjual.

“Kami yakin, jika variasi baru hadir, masyarakat akan tertarik dan menyukainya. Yang Ayam hadir untuk yang tersayang,” ujarnya, saat peluncuran outlet pertamanya di Jl. Tanjung Duren Barat 1 No.12A, Jakarta Barat.

Lanjutnya, ia mengatakan Yang Ayam menyediakan sambal andalan, Sereh Api dan Bara Api, dengan ragam menu di kisaran harga Rp12.727 hingga Rp21.818 yang dapat dinikmati bertemakan Cincau Soda serta Sawadi Cup (dalam bahasa Thai berarti  teh susu). 

Menurut Kaesang, yang jadi pembeda gerainya adalah penggunaan bumbu marinasi khas Kalasan yang manis, dipadu dengan gurihnya tepung serta sambal bara api dan sereh api. 

Berdirinya kedai di Tanjung Duren mendahului rencana awal Kaesang yang sempat menyebut akan menggelar peluncuran pada awal tahun depan. Pihaknya berencana, di tahun depan Yang Ayam akan menjangkau Jabodetabek melalui 60 hingga 100 gerai.

“Usaha kuliner selalu prospektif karena dalam situasi apa pun, orang selalu membutuhkan makanan. Selain itu, bisnis ini juga melibatkan banyak orang, pemasok, serta perusahaan pendukung. Manfaatnya terasakan oleh banyak orang,” ujarnya.

Gemar Bisnis Kuliner, Peduli UMKM

Sebelumnya Kaesang dengan menggandeng sejumlah pihak juga telah merintis Sang Pisang pada tahun 2017 yang hingga pengujung tahun ini telah menjangkau 32 kota dengan jumlah 84 outlet diseluruh Indonesia.

Sementara Ternakopi yang hadir April tahun ini, telah membuka tak kurang dari 30 gerai se-Jabodetabek. Bersama kakaknya, Gibran Rakabuming, serta juru masak Arnold dan Randy Julius, Kaesang merilis Mangkok Ku dengan sajian aneka rice bowl, yang tengah berupaya melebarkan sayap hingga ke Australia. 

Selain itu, terdapat pula makanan ringan kemasan Kemripik  yakni camilan dengan ragam rasa makanan khas Indonesia seperti nasi goreng dan seblak. Masih bersama sang kakak, dirinya mengembangkan pula bisnis rintisan aplikasi pemesanan makanan Madhang.Id.

Tak hanya kuliner semata, karena belum lama (28/11) ini Kaesang meluncurkan HEBAT yang kepanjangannya adalah PT Harapan Bangsa Kita, sebuah akselarator yang berfokus pada UMKM. Menggandeng askelerator GK–Plug n Play, HEBAT coba menjadi kawah candradimuka bagi UMKM hingga mereka mapan secara permodalan, hadir di dunia maya alias jika sebelumnya masih offline bertransformasi menjadi online, sekaligus semakin inovatif dan punya daya saing.

“Saat ini banyak hadir akselerator menjaring bisnis rintisan dengan kapital yang sudah cukup mapan dan paham memanfaatkan teknologi informasi. Sedikit berbeda, yang akan kami bantu naik kelas adalah UMKM,” ungkapnya saat itu.

Inisiatif lain Kaesang adalah saat Agustus lalu membuka kelas programming (coding) yang dinamai Enigma IT Boothcamp, di mana para peserta yang lolos seleksi akan dibebaskan dari pembiayaan sekaligus mendapatkan kesempatan kerja dengan ikatan dinas di lembaga keuangan.

Lihat artikel asli

.fot-bbc {
background-color: #bb1919;
position: relative;
width: 100%;
height: 24px;
}

www.wartaekonomi.co.id

Mengangkat kuliner nasional jadi ide utama Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep berwirausaha. Kali ini melalui Yang Ayam di Tanjung Duren, Jakarta Barat. “Orang Indonesia suka, dan tidak pernah bosan dengan ayam.”

Kaesang mengatakan setiap wilayah punya menu olahan daging ayam dengan kekhasannya masing-masing. Menu daging ayam tersedia mulai mulai resto mewah hingga kaki lima, dan semua laris terjual.

“Kami yakin, jika variasi baru hadir, masyarakat akan tertarik dan menyukainya. Yang Ayam hadir untuk yang tersayang,” ujarnya, saat peluncuran outlet pertamanya di Jl. Tanjung Duren Barat 1 No.12A, Jakarta Barat.

Lanjutnya, ia mengatakan Yang Ayam menyediakan sambal andalan, Sereh Api dan Bara Api, dengan ragam menu di kisaran harga Rp12.727 hingga Rp21.818 yang dapat dinikmati bertemakan Cincau Soda serta Sawadi Cup (dalam bahasa Thai berarti  teh susu). 

Menurut Kaesang, yang jadi pembeda gerainya adalah penggunaan bumbu marinasi khas Kalasan yang manis, dipadu dengan gurihnya tepung serta sambal bara api dan sereh api. 

Berdirinya kedai di Tanjung Duren mendahului rencana awal Kaesang yang sempat menyebut akan menggelar peluncuran pada awal tahun depan. Pihaknya berencana, di tahun depan Yang Ayam akan menjangkau Jabodetabek melalui 60 hingga 100 gerai.

“Usaha kuliner selalu prospektif karena dalam situasi apa pun, orang selalu membutuhkan makanan. Selain itu, bisnis ini juga melibatkan banyak orang, pemasok, serta perusahaan pendukung. Manfaatnya terasakan oleh banyak orang,” ujarnya.

Gemar Bisnis Kuliner, Peduli UMKM

Sebelumnya Kaesang dengan menggandeng sejumlah pihak juga telah merintis Sang Pisang pada tahun 2017 yang hingga pengujung tahun ini telah menjangkau 32 kota dengan jumlah 84 outlet diseluruh Indonesia.

Sementara Ternakopi yang hadir April tahun ini, telah membuka tak kurang dari 30 gerai se-Jabodetabek. Bersama kakaknya, Gibran Rakabuming, serta juru masak Arnold dan Randy Julius, Kaesang merilis Mangkok Ku dengan sajian aneka rice bowl, yang tengah berupaya melebarkan sayap hingga ke Australia. 

Selain itu, terdapat pula makanan ringan kemasan Kemripik  yakni camilan dengan ragam rasa makanan khas Indonesia seperti nasi goreng dan seblak. Masih bersama sang kakak, dirinya mengembangkan pula bisnis rintisan aplikasi pemesanan makanan Madhang.Id.

Tak hanya kuliner semata, karena belum lama (28/11) ini Kaesang meluncurkan HEBAT yang kepanjangannya adalah PT Harapan Bangsa Kita, sebuah akselarator yang berfokus pada UMKM. Menggandeng askelerator GK–Plug n Play, HEBAT coba menjadi kawah candradimuka bagi UMKM hingga mereka mapan secara permodalan, hadir di dunia maya alias jika sebelumnya masih offline bertransformasi menjadi online, sekaligus semakin inovatif dan punya daya saing.

“Saat ini banyak hadir akselerator menjaring bisnis rintisan dengan kapital yang sudah cukup mapan dan paham memanfaatkan teknologi informasi. Sedikit berbeda, yang akan kami bantu naik kelas adalah UMKM,” ungkapnya saat itu.

Inisiatif lain Kaesang adalah saat Agustus lalu membuka kelas programming (coding) yang dinamai Enigma IT Boothcamp, di mana para peserta yang lolos seleksi akan dibebaskan dari pembiayaan sekaligus mendapatkan kesempatan kerja dengan ikatan dinas di lembaga keuangan.

LEAVE A REPLY