Pemain Persija, Gunawan Dwi Cahyo (baju hitam) saat berebut bola dengan striker Sriwijaya FC Beto Goncalves, Sabtu (7/10) lalu.

IDNews.co.id – Persija Jakarta harus rela pulang dengan tangan hampa setelah kalah 0-1 dari Sriwijaya FC, Sabtu (7/10), di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang. Pelatih Persija Stefano Cugurra Teco mengungkapkan faktor finishing menjadi biang keladi Macan Kemayoran gagal menyeimbangkan keadaan.

“Kami di babak pertama kerja keras waktu hilang bola dan kami bisa marking bagus. Di babak kedua, dari marking memang kita kurang, terus lawan banyak lakukan crossing di dalam area pertahanan kami, sampai mereka bisa cetak gol. Kami punya peluang sekitar tiga atau empat peluang untuk cetak gol, tapi finishing kami tak bagus,” ucapnya, Minggu (8/10).

Gol kemenangan Laskar Wong Kito dibukukan oleh Alberto Goncalves pada menit ke-77. Selang semenit kemudian, Macan Kemayoran memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan. Bambang Pamungkas yang telah siap menerima umpan Fitra Ridwan didorong hingga jatuh oleh bek Sriwijaya FC, Yanto Basna di kotak penalti. Namun, wasit Rully tidak menganggap kejadian itu sebagai sebuah pelanggaran.

“Yang terkait Bambang didorong di kotak penalti, harusnya penalti. Saya tanya hakim garis, dia katanya melihat tapi wasit tengah sudah dekat dan itu keputusan wasit tengah,” kesal Teco.

Keputusan Rully membuat Teco kecewa. Ditambah, hakim garis juga tidak memberi aba-aba kepada wasit tengah.

“Sebagai hakim garis dia seharusnya bisa membantu wasit untuk memberitahu. Tapi wasit tak mau kasih penalti. Ini seperti saat kami kalah dari Bali United, kami kalah gol offside dan kami semestinya dapat penalti di menit-menit akhir waktu itu,” beber Teco.

Dengan kekalahan ini, posisi Persija masih tertahan di peringkat keenam Liga 1 dengan 46 poin dari 28 pertandingan. Sedangkan Sriwijaya FC naik ke peringkat ke-12 dengan nilai 34.

“Tim sangat rugi hilang poin di sini. Saya sekarang bilang ke tim untuk tetap konsentrasi semangat dalam latihan dan dalam pertandingan agar bisa penuhi target dari tim,” jelas Teco.

Terkait dimainkannya Andritany Ardhiyasa dan Rezaldi Hehanussa setelah membela Timnas, Teco menggaku tidak mempermasalahkannya. Sebab, mereka berdua tidak menolak ketika diberikan kesempatan turun sebagai starter.

“Dua pemain ini baru saja memperkuat Timnas. Mereka punya dua hari sebelum pertandingan. Ketika saya tanya mereka siap atau tidak, mereka bilang siap main dan mereka bisa bantu tim,” kata Teco. (ndi)

LEAVE A REPLY