BWF World Tour.
BWF World Tour.

IDNEWS.CO.ID – Tai Tzu Ying akhirnya menciptakan sejarah baru menjadi satu-satunya tunggal putri Taiwan yang berhasil menjuarai BWF World Tour Super 750, Denmark Open, dalam dua tahun beruntun.

Gelar juara Denmark Open kedua diraihnya usai mengalahkan Nozomi Okuhara di partai final yang dilangsungkan di Odense Sportspark, Odense V, Denmark, Minggu sore 20 Oktober 2019.

Pertandingan berlangsung sengit, di awal game pertama terlihat Nozomi begitu kesulitan menghadapi sang juara bertahan Denmark Open 2018, terbukti dia sempat tertinggal 5  poin pada kedudukan 10-5. Namun, beberapa saat sebelum jeda pertengahan game, Juara Dunia 2017 itu mampu mendapatkan 6 beruntun dan berbalik mengunci keunggulan pada angka 10-11.

Selepas jeda Tai membalasnya dia berhasil menyamakan angka 11-11. Setelah itu reli poin singkat terjadi. Hanya saja, mendekati waktu krusial Tai berhasil menyodok perolehan angka Nozomi dan unggul jauh 17-13 setelah mendapatkan 5 angka beruntun.

Gadis Jepang itu cukup terkejut dengan hasil itu, dia berusaha mengejar ketertinggalan poin. Sayangnya usahanya akhirnya berakhir, sebab di menit 17 Tai keburu menyegel kemenangan dengan angka telak 21-17.

Kekalahan di game pertama membuat semangat Nozomi menggebu di gema kedua. Sejak awal game dia mendominasi arena sekaligus unggul angka dengan selisih 2 poin. Namun, di pertengahan game Tai berhasil membalikkan keadaan dan unggul 11-9 saat jeda.

Setelah jeda Tai semakin ganas saja, terbukti dengan mudah dia meraiah 5 angka beruntun dan melambungkan perolehan angka untuk unggul 16-9. Bahkan di menit 36 dia mampu unggul jauh 18-18.

Akhirnya Tai memastikan gelar juara Denmark Open berada di ganggamannya, dia merebut kemenangan game kedua dengan angka 21-14.

Ini merupakan duel ke-10 antara penguasa ranking 1 dunia itu dengan Nozomi Okuhara, di 9 pertemuan sebelumnya Tai menang 5 kali mengalahkan Nozomi, sedangkan gadis berponi itu baru menang 4 kali.

Baca: Chen Long Hancurkan Bulutangkis Tuan Rumah Denmark Open 2019

 

LEAVE A REPLY