Ilustrasi HIV/AIDS. Foto: Panduan Hidup Sehat

IDNEWS.CO.ID – Di penghujung 2019, penderita penyakit HIV/AIDS (Odha) di Kota Bekasi tercatat sebanyak 145 orang. Penyebaran penyakit mematikan itu mulai menyasar ke usia produktif yakni sebagian siswa SMP atau SMA setempat.

“Sasarannya sih yang rentan usia angkatan kerja 16-24 tahun. Tapi sekarang sudah menyasar ke kalangan anak-anak sekolah, dan sudah ada yang kena,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati, Selasa 3 Desember 2019.

Dezi menambahkan, jumlah 145 orang yang terpapar HIV/AIDS itu terhitung sejak Januari sampai Juli 2019. Penyebab terjangkit HIV/AIDS, dikarenakan perilaku bebas atau seks bebas hingga perilaku menyimpang. Ditambah penggunaan jarum suntik bersama bagi pengguna narkoba.

“Tapi itu semua tidak akan terjadi jika penyandang HIV/AIDS rutin minum obat sehingga virusnya pasif. Kalau pasif virus tidak dapat menularkan, makanya penting minum obat tiap hari dan seumur hidup agar mencegah penuluran,” tuturnya.

Dezi berharap, penderita HIV/AIDS agar selalu minum obat antiretroviral (ARV) seumur hidup. Sehingga virus itu tak menularkan ke orang lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan, mereka yang terjangkit virus HIV tidak bisa disembuh. Maka dari itu dia meminta agar mereka dapat meminum obat antiretroviral (ARV) seumur hidup.

“Karena ini tidak bisa sembuh, tapi kan jangan sampai virus ini menyebar,” imbuhnya.

Untuk mendapatkan obat ARV itu, kata dia, mereka yang positif HIV/AIDS bisa ke RSUD Kota Bekasi, RS Elisabeth Bekasi dan RS Ananda Bekasi. Obat ARV itu juga bisa didapatkan secara gratis.

“Karena obat ini kan program pemerintah jadi gratis. Tapi kan harus kontrol dan itu berbiaya. Tapi kalau memang punya jaminan kesehatan bisa gratis juga,” tutupnya. (fat)

LEAVE A REPLY