Ilustrasi penggunaan kantong Plastik Foto: Banten.co

IDNEWS.CO.ID – Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur (Sudin LH Jaktim) melarang penggunaan paket plastik sekali gunakan, tas ngeresek, styrofoam, dan sebagainya untuk jejeran pegawainya, termasuk tamu, untuk mengurangi sampah plastik. Butuh ratusan tahun untuk mengurai sampah-sampah berbasiskan hidrokarbon sintesis itu secara alami. “Kebijakan ini kami berlakukan setelah Lebaran kemarin. Intinya, paket plastik sekali gunakan apa saja, tidak bisa,” papar Kepala Sudin LH Jakarta Timur Budi Mulyanto di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Larangan penggunaan plastik sekali gunakan di area Sudin LH Jakarta Timur itu meliputi seluruhnya staf yang berada pada wilayah itu yang banyak lebih dari 1.000 orang, termasuk tamu yang akan masuk kantor itu. Kalau ada tamu yang tampil bawa paket plastik, petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk akan langsung menginformasikan kebijakan itu.

“Berikut, sebelum menyarankan orang, kami harus dapat memberi contoh dari diri kita sendiri dahulu. Istilahnya, kami harus berubah menjadi teladan,” katanya.

Jadi institusi yang memayungi permasalahan lingkungan hidup, katanya, tentu harus dapat memberikan contoh yang baik terhadap orang. Jadi alternatifnya, para pegawai telah terlatih bawa botol minum yang dapat dicuci, termasuk sedotan yang terbuat dari besi tahan karat. Bahkan juga, tidak ada minuman paket plastik yang disajikan saat rapat-rapat. Alternatifnya, disediakan gelas kaca untuk nikmati minuman, salah satunya air putih, teh, dan kopi.

Ia mengaku, kebijakan melarang penggunaan paket plastik sekali di area institusi yang ia memimpin dilandasi kesedihan makin jumlah sampah plastik. Dia menegaskan selama ini kebijakan itu berjalan baik dan ditaati seluruhnya barisannya, apalagi ada sangsi untuk yang tidak mematuhinya. “Bisa dicek. Semua pegawai di sini bawa serta ‘tumbler’. Ya, awalnya sulit, tetapi harus dibiasakan,” kata Budi sembari memperlihatkan tumbler yang dibawa.

Disamping itu, Susana, pegawai Sudin LH Jakarta Utara menyatakan seluruhnya pegawai, termasuk kontrak sudah terlatih bawa botol minuman sendiri dari rumah. Termasuk juga, sewaktu beli makanan atau jajanan, mereka akan mempersiapkan tempat yang sudah dibawa dari rumah. “Kami harus berikan contoh yang baik. Lihat saja, tidak ada yang bawa-bawa plastik ngeresek. Sanksinya, dapat dikasihkan surat peringatan,” pungkas ia. (fat)

LEAVE A REPLY