Demam berdarah kembali mewabah. Foto: Antara

IDNews.co.id – Selama 50 tahun terakhir, masalah peristiwa Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit endemik yang disebarkan oleh nyamuk sudah mengalami penambahan sampai 30 kali lipat di semua dunia.

Pada 2016, Sekitar 15, 2 juta masalah DBD terdaftar di Asia Pasifik. Dari jumlahnya itu, sekitar 202. 314 masalah, termasuk 1. 593 kematian dilaporkan terjadi di Indonesia.

Tapi, dalam paparan Kepala Dr. Suwito, Kasubdit Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, selama tiga tahun terakhir, incident rate atau tingkat masalah peristiwa demam berdarah di Indonesia sendiri condong mengalami penurunan.

Suwito menuturkan, di hampir semua daerah di Indonesia masalah peristiwa demam berdarah sekitar pada 25 per 100. 000 penduduk yang terjadi di Indonesia. Banyak daerah itu salah satunya di beberapa Pulau Jawa, dan beberapa Pulau Sumatera dan Papua.

Tapi, ia juga menyebutkan, jika terdapat empat daerah di Indonesia yang masih mengalami tingkat peristiwa yang cukuplah tinggi, ialah Bali, Aceh, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Menurut penelitian Suwito, salah satu yang memicu masih tingginya angka itu merupakan karena tabiat warga di daerah itu yang kurang perduli dengan ancaman demam berdarah.

” Tidak hanya partisipasi warga kurang baik di wilayah itu berhubungan dengan migrasi. Contoh, di Bali itu migrasi keluar masuk, ada banyak warga demam di daerah lalu kontak. Disana dia menularkan, ” katanya.

Ia juga mengingatkan, masalah demam berdarah juga condong bertambah dengan datangnya musim hujan. Sebab itu ia juga merekomendasikan warga untuk lebih perduli pada kesehatan, terpenting jika terdapat genangan-genangan air. (ndi)

LEAVE A REPLY