IDNEWS.CO ID – Saksi mahkota, Ujang Setiawan pada Kamis (23/1/2020) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara atas kasus perjudian online berlangsung singkat.

Kesaksian Ujang di persidangan sangat mengejutkan pengunjung sidang. Dalam keterangannya ia mengatakan bahwa tidak pernah diperiksa oleh pihak Kepolisian dan tidak pernah menandatangani Berita Acara Pemetiksaan (BAP) yang ada dalam berkas perkara persidangan.

Ujang juga bersaksi bahwa dalam pemeriksaan sebelumnya dalam kasusnya sendiri, tidak pernah didampingi oleh penasehat hukum di mana Ujang sudah sebelumnya divonis tanpa pendampingan hukum. Ujang menjadi saksi Mahkota atas kasus yang melibatkan 4 terdakwa lainnya.

Merespon fakta-fakta hukum itu, Advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP mengatakan, jelas tanda tangan yang tertera di BAP sangat berbeda baik bentuk maupun lekukan dan tarikannya dengan contoh tandatangan asli Ujang yang ada pada KTP Ujang Setiawan dan surat pernyataannya yang menyatakan BAP tersebut bukan tandatangannya.

Dalam persidangan Lawyer Alvin Lim menunjukkan tandatangan yang tertera di BAP kepada saksi mahkota dan menanyakan apakah itu tandatangan Ujang, yang dijawab Ujang dengan tegas,
“Bukan Tandatangan saya,” katanya.

Kata Alvin Lim, tidak boleh ada due process of Law (proses hukum) yang dijalankan dengan cara-cara melanggar hukum.

“Ujang dan kawan-kawan diancam dengan Pasal TPPU di mana ancaman pidana maksinal 20 tahun, dan berdasarkan Pasal 55 KUHAP ancaman Pidana di atas 5 tahun penyidik wajib menyediakan pengacara dalam pemeriksaan,” ujar pengacara Alvin Lim yang kerap lantang menyuarakan keadilan.

Ketua Majelis yang mendengarkan kesaksian saksi mahkota dengan sigap memerintahkan Jaksa Penuntut (JP) untuk menghadirkan, saksi verbal lisan (penyidik yang memeriksa saksi mahkota) untuk di konfrontir dalam persidangan selanjutnya yang akan diadakan Selasa( 28/1/2020).

Terdakwa PT dkk berharap agar keadilan ditegakkan karena proses penyidikan, penuntutan yang dituduhkan kepada dirinya di jalankan dengan cara-cara melanggar hukum bahkan dalam pemeriksaan di kepolisian, PT dipukuli hingga muka lebam dan memar oleh oknum penyidik.

Pengacara Alvin Lim dari LQ Lawfirm mengatakan akan berjuang sekuat tenaga, menegakkan keadilan dan kebenaran.

“Saya membela korban kriminalisasi dengan sepenuh hati dan profesionalitas berdasarkan Undang,-undang,” ucapnya. (ach)

LEAVE A REPLY