IDNEWS.CO.ID – Inggris telah mengumumkan ada penambahan 176 kematian karena virus corona atau COVID-19. Hal itu membuat total korban meninggal di Inggris menjadi 39.904 orang. Dari data itu menunjukkan bahwa COVID-19 di Inggris masih membunuh lebih banyak setiap hari dari pada gabungan negara-negara Uni Eropa lainnya.

Dikutip dari Daily Mail, korban meninggal di Inggris kini mendekati angka 40.000 orang. Meski kini pandemi telah mulai melambat secara dramatis dalam beberapa minggu terakhir. Sebagai perbandingan, Kamis lalu, 4 Juni 2020, ada 377 kematian COVID-19, dan 338 minggu sebelumnya.

Namun, meski begitu Inggris belum juga keluar dari serangan COVID-19 sebab analisis angka-angka terakhir menunjukkan masih lebih tinggi dari 27 negara lainnya di Uni Eropa.

Pada Rabu lalu, korban jiwa COVID-19 di Inggris tercatat sebanyak 359 data itu lebih banyak dibandingkan kematian yang tercatat di Uni Eropa yaitu 345, data itu sudah termasuk 81 di Prancis, 74 di Swedia dan 71 di Italia.

Bahkan salah satu sumber menyebutkan jika jumlah sebenarnya kematian di Inggris telah mencapai 50.000, yang akan memperkuat status Inggris sebagai negara yang paling terpukul di Eropa.

Kematian hari ini diungkapkan oleh Sekretaris Transportasi Grant Shapps, yang juga mengumumkan bahwa face shield akan diwajibkan pada angkutan umum di Inggris. Shapps meminta masyarakat untuk menjaga wajah mereka sendiri agar tertutup dengan face shield atau menggunakan syal, sedangkan masker bedah juga harus disediakan untuk petugas kesehatan.

Dikutip dari Worldometers jumlah kasus positif COVID-19 di seluruh dunia sebanyak 6,714,314 orang. Kasus meninggal dunia mencapai 393,408 orang. Dan kasus sembuh sebanyak 3,261,271 orang. (ach)

LEAVE A REPLY