Wahyu Setiawan Foto: Pojoksatu.id

IDNEWS.CO.ID – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu menggelar sidang etik dan memutuskan untuk mengabulkan pengaduan para pengadu. DKPP menjatuhkan sanksi kepada teradu Wahyu Setiawan dan memberhentikan secara tetap Wahyu Setiawan sebagai komisioner Komisi Pemilihan Umum, menyusul statusnya kini sebagai tersangka kasus suap.

Dewan Perwakilan Rakyat memperhatikan situasi memprihatinkan KPU sekarang gara-gara dugaan suap itu meski hanya melibatkan seorang oknum pejabatnya. DPR mengingatkan KPU agar lembaga itu mengembalikan citra baiknya dengan menegaskan komitmen sebagai penyelenggara pemilu yang bersih dan bermartabat.

“Yang pertama harus membangun komitmen kembali, jadi recommitment. kita harus mengembalikan Citra penyelenggara sebagai penyelenggara yang bermartabat,” kata anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad, saat dihubungi pada Jumat, 17 Januari 2020.

Setelah itu, kata Kamrussamad, KPU juga perlu mengumpulkan para komisioner dari tingkat pusat hingga daerah. Hal ini diperlukan untuk meminta semua aparaturnya dari tingkat pusat hingga daerah agar selalu bekerja sesuai aturan dan tidak melanggar hukum.

Konsolidasi nasional itu, menurutnya, penting untuk menyamakan lagi visi dan misi mereka, terutama menjelang pelaksanaan pilkada serentak pada 2020. “… bahwa walaupun pelaksanaan secara teknis kepemiluan pilkada itu berjalan dengan baik, jika ada korupsi kebijakan dalam kepemiluan maka itu bisa meruntuhkan segala persepsi publik,” ujarnya.

KPU juga perlu untuk segera mengeluarkan surat edaran kepada seluruh jajarannya hingga ke tingkat daerah untuk mencegah kasus Wahyu terulang atau terjadi di daerah. Seluruh komisioner KPU diminta untuk taat pada Peraturan KPU. (ndi)

LEAVE A REPLY