stroke

IDNEWS.CO.ID – Rokok sudah lama dihubungkan dengan peningkatan resiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Nah studi terbaru mengungkap lebih detail bagaimana kebiasaan merokok bisa memengaruhi risiko serangan stroke berulang pada pasien yang sudah pernah mengalaminya.

Dalam laporan di Journal of the American Heart Association, data dari 3.069 penyintas serangan stroke melihat bahwa seorang yang memutuskan berhenti merokok bisa mengurangi risiko stroke berulang sampai 29 % dibandingkan orang yang tetap merokok. Hal ini diketahui setelah peneliti membandingkan data antara penyintas.

“Merokok bisa menyebabkan masalah dengan aliran darah di otak, dan berkontribusi terhadap pembentukan gumpalan di pembuluh darah. Kedua hal tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya stroke,” kata Allan Hackshaw dari University College London mengomentari studi.

“Perlahan mengurangi konsumsi rokok bisa sedikit mengurangi risiko itu, tetapi studi melihat pengurangan risiko stroke berulang yang paling besar adalah dengan betul-betul tidak merokok,” sambungnya seperti diambil dari Reuters, beberapa waktu lalu.

Risiko kejadian stroke untuk perokok disebut periset berbanding lurus dengan jumlah rokok yang dikonsumsi. Lebih detail jika dibandingkan dengan nonperokok, perokok yang mengonsumsi sehari sampai 20 batang per hari akan 68 % lebih mungkin mengalami stroke berulang. Angka risiko itu bisa meningkat sampai tiga kali lipat saat seseorang mengonsumsi lebih dari 40 batang per hari.

“Jadi merokok sebenarnya adalah hal terburuk yang bisa Anda lakukan untuk kesehatan tubuh sendiri,” kata peneliti lain Michael Hill dari Cumming School of Medicine.

(fat)

LEAVE A REPLY