Ribuan warga `terusir` dari rumah mereka akibat kebakaran yang melanda

IDNEWS.CO.ID – Australia telah mengeluarkan peringatan ancaman kebakaran hutan dahsyat ke kawasan sekitar Sydney, selagi api terus berkobar melintasi dua negara bagian.

Setidaknya tiga orang dinyatakan tewas, sementara ribuan lainnya mengevakuasi diri selama tiga hari masa darurat kebakaran hutan.

Negara Bagian New South Wales (NSW) dan Queensland masing-masing telah mendeklarasikan status darurat.

Lebih dari 120 titik kebakaran hutan menjalar di dua negara bagian tersebut.

Warga di lingkungan yang terancam diimbau untuk meninggalkan tempat tinggal mereka dan mencari perlindungan di pusat-pusat evakuasi.

Pemerintah Australia yang konservatif menolak mengaitkan fenomena perubahan iklim dengan kebakaran hutan yang terjadi – sebuah pernyataan yang mengundang banyak kritikan.

“Pikiran saya hanya tertuju bagi mereka yang wafat dan kehilangan keluarga mereka,” ujar Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, Minggu (10/11) kemarin.

Mengapa ancaman itu melanda kawasan Sydney?

Pihak pemadam kebakaran NSW telah mengeluarkan peringatan level maksimal untuk pertama kalinya sejak sistem peringatan kebakaran baru diperkenalkan satu dekade lalu.

Peringatan bencana “dahsyat” ini diberlakukan di seantero kawasan metropolitan Sydney yang padat dan kawasan lain di utara kota tersebut.

Kebakaran sendiri melalap kawasan sepanjang 1.000 km dari Sydney ke Gold Coast dekat Brisbane.

Temperatur diprediksi akan mencapai 37 derajat Celsius pada hari Selasa (12/11) esok. Kondisi akan menjadi lebih buruk ketimbang hari Jumat (08/11) lalu, saat badai mulai menerjang Australia bagian timur.

“Dalam kondisi ini, titik-titik api akan menyebar dengan cepat dan mengancam tempat tinggal dan hidup warga,” kata Pasukan Pemadam Kebakaran NSW dalam pernyataan mereka.

Puluhan sekolah dan fasilitas umum lainnya telah ditutup di seantero negara bagian. Pemadam kebakaran dari Selandia Baru telah diterbangkan ke Australia untuk membantu saat pasukan darurat yang sudah kewalahan bersiap menghadapi `serangan` baru.

Perdana Menteri Morrison mengatakan bahwa pasukan militer juga dapat diterjunkan untuk membantu 1.300 pemadam kebakaran yang bekerja di kedua negara bagian.

Ratusan warga sipil juga secara sukarela ikut membantu pemadaman api di area-area terdampak.

Bagaimana perkembangan terbarunya?

Ribuan orang di kedua negara bagian menginap di pusat-pusat evakuasi sementara para pejabat menilai apakah cukup aman bagi mereka untuk kembali ke rumah masing-masing.

Pejabat dari Pasukan Pemadam Kebakaran di NSW mengonfirmasi bahwa lebih dari 150 rumah telah hancur selama akhir pekan kemarin.

Dua petugas pemadam kebakaran terluka ketika sebuah pohon tumbang dan menimpa truk mereka di kawasan Nambucca Heads, NSW. Mereka langsung ditangani di lokasi dan dipindahkan ke rumah sakit dalam kondisi stabil.

Cuaca yang lebih dingin di hari Minggu memberikan sedikit kelegaan, tetapi dikhawatirkan bahwa temperatur udara tinggi, kelembaban rendah, dan angin kencang yang diperkirakan akan terjadi pada pertengahan pekan akan membesarkan nyala api banyak di antaranya berkobar tak terkendali.

Siapa saja korbannya?

Ketika membersihkan daerah yang terkena dampak kebakaran hutan hari Jumat lalu, petugas pemadam kebakaran menemukan mayat seorang korban di dalam sebuah mobil yang terbakar di dekat Glen Innes, sekitar 550km di utara Sydney.

Di kota yang sama pada hari itu juga, seorang wanita ditemukan menderita luka bakar parah. Ia segera dilarikan ke rumah sakit namun meninggal tak lama kemudian.

Carol Sparks, wali kota Glen Innes, mengatakan pada Minggu (10/11) bahwa warga kotanya mengalami trauma.

“Kobaran api hingga setinggi enam meter dan merambat dengan angin berkecepatan 80 km per jaln,” katanya kepada media A us tralian Broadcasting Corporation . “Itu sangatlah mengerikan bagi mereka yang terdampak.”

Sekitar 1.000 petugas pemadam kebakaran telah diterjunkan untuk memadamkan api di seantero New South Wales – Reuters

Pada Sabtu (09/11), kepolisian NSW mengonfirmasi bahwa korban tewas ketiga ditemukan di dalam sebuah rumah yang hangus di dekat kota Taree, 300 km dari Sydney.

Polisi mengatakan bahwa rumah itu milik seorang perempuan berusia 63 tahun, namun mereka belum bisa memastikan identitas mayat yang ditemukan di rumah tersebut sebelum autopsi selesai dilakukan.

Di NSW, negara bagian yang paling parah terdampak, para petugas pemadam kebakaran telah berjuang memadamkan ratusan titik api sejak bulan lalu, ketika dua orang tewas saat mencoba menyelamatkan rumah mereka.

Awal bulan ini, kobaran api membakar habis hutan seluas 2.000 hektar yang di dalamnya terdapat suaka bagi koala. Ratusan ekor hewan itu dikhawatirkan telah mati. (ach)

LEAVE A REPLY