dr. Anung Sugihantono, M.Kes

IDNEWS.CO.ID – Hingga 10 Februari 2020 64 spesimen COVID 19 dikirim ke Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), Kementerian Kesehatan. Setelah melalui pemeriksaan, 62 spesimen negatif nCoV dan 2 spesimen dalam proses pemeriksaan.

Beberapa waktu belakangan, banyak pihak mempertanyakan kemampuan Pemerintah Indonesia dalam mendeteksi virus yang pertama kali muncul di Wuhan China ini. Sementara yang lainnya, juga mempertanyakan berapa sebenarnya biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pemeriksaan ini. 

Namun, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Anung Sugihantono, M.Kes menolak untuk memberikan penjelasan berapa biaya yang telah dikeluarkan. Ia menegaskan untuk pemeriksaan New Emerging Disease seperti Covid-19 tidak ada biaya yang dikeluarkan untuk pemeriksaan Lab Menurut pemeriksaan Lab Badan Litbangkes merupakan bagian dari public health.

“Itu (pemeriksaan Lab Litbangkes) public health, jadi tidak jualan. Kalau ditanya harganya ya enggak ada harganya, tapi kalau ongkosnya berapa semuanya bisa dihitung. Cuma kalau belinya satu dengan belinya seribu jadi beda lagi kami hitungnya,”kata dr. Anung baru-baru ini

Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed mengatakan pemeriksaan di Lab Litbangkes adalah public health.

“Reagen beli 1 sama raegen beli 1000 itu kan beda. Jadi karena ini public health jadi gak bisa dihitung unit costnya,” ucap dr. Vivi.

Kepala Badan Litbangkes, dr. Siswanto, MHP, DTM menjelaskan alasan kenapa Lab Litbangkes merupakan public health. Ia mengatakan ada 2 jenis Lab, yakni Lab Klinis dan Lab Public Health.

Lab Klinis untuk merawat pasien seperti untuk memeriksa kadar gula, kolesterol, itu Lab Klinis. Sementara Lab yang ada di Balitbangkes adalah Public Health Lab, tujuannya untuk memeriksa sampel seperti New Emerging Diseases, kalau diketahui positif tidak hanya untuk pasien itu saja tapi ini ada suatu respons nasional secara public health yang benar. “Oleh karena itu kita tidak jualan, jadi artinya ini sesuai dengan sistem,”kata dr. Siswanto.

LEAVE A REPLY